Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut bahwa harga BBM Pertamax akan segera turun. Keyakinan tersebut disampaikan Purbaya dengan mempertimbangkan perkembangan konflik global yang kian membaik.
Purbaya menjelaskan, sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi katalis bagi perekonomian global. Dengan ekonomi global yang membaik, pergerakan harga minyak dunia juga diyakini berangsur turun.
"Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun," pungkas Purbaya di Jakarta, Senin (23/6/2026).
Baca Juga: Airlangga Ungkap Rincian 8 Stimulus Ekonomi Semester II 2026 Senilai Rp26,34 Triliun
Lebih lanjut, Purbaya optimis bahwa hal tersebut akan berdampak positif juga bagi fundamental ekonomi Indonesia. Pasalnya, apabila AS-Iran berdamai, stabilitas nilai tukar rupiah akan ikut membaik. Tak hanya itu, cost of fund juga diklaim akan makin kompetitif serta investasi dalam negeri akan menguat.
"Fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat. Tinggal memperbaiki kondisi yang sudah ada," tambahnya lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,61%, dan pemerintah kini menyiapkan strategi baru untuk menjaga momentum tersebut melalui penguatan fiskal daerah.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir Rugikan Masyarakat, Menko Airlangga Desak PLN Lakukan Ini
Menurut Purbaya, kondisi perekonomian nasional saat ini masih berada dalam jalur positif. Selain pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61%, sejumlah indikator lain juga menunjukkan penguatan, mulai dari inflasi yang tetap terkendali, surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026, cadangan devisa yang memadai, pertumbuhan kredit dua digit, hingga sektor manufaktur yang kembali berada di zona ekspansif.
“Hal ini mengindikasikan market confidence meningkat. Dengan peluang perdamaian AS dan Iran yang terbuka, diharapkan akan semakin meningkatkan stabilitas nilai tukar, cost of fund semakin kompetitif, investasi menguat dan pada akhirnya momentum pertumbuhan dapat terus diperkuat,” ujar Purbaya.