Menteri Keuangan merupakan salah satu posisi paling strategis dalam pemerintahan Indonesia. Jabatan ini tidak hanya bertanggung jawab mengelola keuangan negara, tetapi juga berperan dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), merumuskan kebijakan fiskal, menjaga stabilitas ekonomi, serta mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Sejak Indonesia merdeka pada 1945, kursi Menteri Keuangan telah ditempati oleh sejumlah tokoh dengan latar belakang dan tantangan yang berbeda. Ada yang bertugas pada masa revolusi kemerdekaan, menghadapi krisis ekonomi, mendorong reformasi birokrasi, hingga menjaga perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Berikut sejumlah Menteri Keuangan yang memiliki peran penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia dari masa ke masa.

1. A.A. Maramis (1945–1947)

Alexander Andries Maramis atau A.A. Maramis tercatat sebagai Menteri Keuangan pertama Republik Indonesia. Ia menjabat pada masa awal kemerdekaan ketika kondisi ekonomi nasional masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat perang dan belum terbentuknya sistem keuangan yang mapan.

Di bawah kepemimpinannya, pemerintah mulai membangun fondasi pengelolaan keuangan negara, termasuk mempersiapkan penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai mata uang pertama Indonesia setelah merdeka.

2. Sjafruddin Prawiranegara (1948–1949)

Nama Sjafruddin Prawiranegara tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa. Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia juga dikenal sebagai pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Yogyakarta diduduki Belanda.

Dalam situasi yang penuh tekanan, perannya dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi negara.

3. Sumitro Djojohadikusumo (1952–1953 dan 1955–1956)

Sumitro Djojohadikusumo dikenal sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Selama menjabat, ia aktif mendorong industrialisasi dan modernisasi ekonomi nasional guna mempercepat pembangunan negara yang baru merdeka.

Berbagai gagasannya kemudian menjadi salah satu landasan penting bagi kebijakan ekonomi Indonesia pada dekade-dekade berikutnya.

4. Frans Seda (1966–1968)

Frans Seda menjabat pada masa transisi menuju pemerintahan Orde Baru. Saat itu, Indonesia tengah menghadapi hiperinflasi dan kondisi ekonomi yang belum stabil.

Karena itu, ia berperan dalam berbagai upaya pemulihan ekonomi sekaligus membantu meletakkan dasar bagi program stabilisasi ekonomi nasional.

5. Ali Wardhana (1968–1983)

Ali Wardhana merupakan salah satu Menteri Keuangan dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai bagian dari kelompok ekonom yang populer dengan sebutan "Mafia Berkeley".

Selama masa kepemimpinannya, pemerintah berhasil menekan laju inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memanfaatkan penerimaan dari sektor minyak untuk mendukung pembangunan nasional.

6. Radius Prawiro (1983–1988)

Setelah Ali Wardhana, tongkat estafet Kementerian Keuangan beralih kepada Radius Prawiro. Ia dikenal melalui berbagai kebijakan deregulasi ekonomi dan reformasi sektor perbankan.

Langkah-langkah tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam modernisasi sistem keuangan Indonesia.

7. J.B. Sumarlin (1988–1993)

J.B. Sumarlin memberikan kontribusi besar terhadap reformasi sektor keuangan dan perbankan nasional. Selama menjabat, ia mendorong berbagai paket deregulasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi serta daya saing perekonomian Indonesia.

8. Mar'ie Muhammad (1993–1998)

Mar'ie Muhammad dikenal luas dengan julukan "Mr. Clean" berkat reputasinya yang menjunjung tinggi integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Ia memimpin Kementerian Keuangan ketika Indonesia menghadapi krisis moneter Asia 1997, salah satu guncangan ekonomi terbesar dalam sejarah nasional.

9. Bambang Subianto (1998)

Meski menjabat dalam waktu yang relatif singkat, Bambang Subianto menghadapi tantangan yang tidak ringan. Saat itu, Indonesia masih berada di tengah krisis ekonomi dan transisi politik menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Baru.

Fokus utama pemerintah ketika itu adalah mengendalikan dampak krisis yang memukul berbagai sektor ekonomi.

10. Fuad Bawazier (1998–1999)

Pada masa awal Reformasi, Fuad Bawazier mendapat tugas untuk membantu memulihkan kondisi ekonomi nasional yang masih terdampak krisis moneter.

Selain menjaga stabilitas fiskal, ia juga berupaya memperkuat kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap perekonomian Indonesia.

11. Bambang Sudibyo (1999–2000)

Bambang Sudibyo menjabat pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Saat itu, tantangan utama yang dihadapi adalah menata kembali sistem keuangan negara sekaligus mempercepat proses pemulihan ekonomi.

12. Prijadi Praptosuhardjo (2000–2001)

Prijadi Praptosuhardjo melanjutkan upaya pemulihan ekonomi dengan fokus pada stabilitas fiskal dan keberlanjutan berbagai program reformasi ekonomi yang sedang berjalan.

13. Boediono (2001 dan 2005)

Boediono menjadi salah satu tokoh ekonomi yang dua kali dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia dikenal sebagai ekonom yang menaruh perhatian besar pada stabilitas makroekonomi dan penguatan kebijakan fiskal.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Gubernur Bank Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009–2014.

14. Jusuf Anwar (2004–2005)

Jusuf Anwar menjabat pada awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama masa tugasnya, ia berperan menjaga stabilitas fiskal sekaligus mengawal transisi kebijakan ekonomi pemerintahan baru.

15. Sri Mulyani Indrawati (2005–2010 dan 2016–2025)

Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu Menteri Keuangan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Namanya dikenal luas berkat reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan, penguatan tata kelola APBN, serta berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain menghadapi dampak krisis keuangan global 2008, ia juga berperan penting dalam penanganan ekonomi selama pandemi Covid-19. Pengalamannya sebagai Managing Director Bank Dunia turut memperkuat reputasinya di tingkat internasional.

16. Purbaya Yudhi Sadewa (2025–Sekarang)

Purbaya Yudhi Sadewa merupakan Menteri Keuangan Indonesia yang menjabat saat ini. Sebelum dipercaya memimpin Kementerian Keuangan, ia dikenal sebagai ekonom sekaligus Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025, Purbaya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari menjaga stabilitas fiskal, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing investasi, hingga mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global.

Perlu dipahami bahwa setiap Menteri Keuangan menghadapi tantangan yang berbeda sesuai dengan kondisi zamannya. Ada yang berjuang membangun sistem keuangan negara dari nol setelah kemerdekaan, ada pula yang harus menghadapi krisis ekonomi, menjalankan reformasi birokrasi, hingga menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika global.