Teh oolong merupakan minuman tradisional asal Tiongkok yang memadukan keunikan rasa dan aroma alami. Terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis, teh yang mengandung kafein ini menyimpan kaya senyawa antioksidan yang berperan penting dalam meredakan peradangan serta mencegah kerusakan sel tubuh.

Menukil dari laman Health, Jumat (30/10/2026), semua teh utama, seperti teh hijau, hitam, dan oolong, berasal dari tanaman yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada tingkat oksidasi atau seberapa lama daun teh terpapar udara sebelum dikeringkan:

  • Tingkat Oksidasi: Teh hijau mengalami oksidasi paling minimal, sementara teh hitam teroksidasi secara penuh. Teh oolong berada di tengah-tengahnya (partially oxidized), menghasilkan warna dan rasa yang unik antara teh hijau dan hitam.
  • Kandungan Kafein: Satu cangkir teh oolong mengandung sekitar 38,4 mg kafein. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dari teh hijau (29,4 mg) dan lebih rendah dari teh hitam (47,4 mg).
  • Senyawa Senyawa Aktif: Teh oolong melimpah akan senyawa katekin, polifenol, serta karbohidrat khusus bernama tea polysaccharides (TPS) yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Mengonsumsi teh oolong secara rutin dapat membantu menekan risiko penyakit jantung, seperti hipertensi dan kadar lemak darah yang tinggi.

  • Menurunkan Tekanan Darah: Kombinasi senyawa aktif di dalamnya bekerja mengendurkan pembuluh darah, meredakan peradangan, serta menghambat enzim renin yang memicu penyempitan pembuluh darah. Studi pada tahun 2023 terhadap lebih dari 76 ribu dewasa menunjukkan bahwa peminum teh (termasuk oolong) memiliki risiko hipertensi 10% lebih rendah.
  • Menurunkan Penyerapan Lemak: Kandungan katekin dalam teh oolong menghambat kerja enzim lipase, yang membantu mengurangi penyerapan lemak di dalam usus.

Baca Juga: Benarkah Teh Lebih Baik dari Kopi untuk Kesehatan Tulang? Ini Faktanya!

2. Kaya Senyawa Pelindung Tubuh dari Risiko Kanker

Teh oolong kaya akan polifenol seperti theaflavin, thearubigin, EGC, dan EGCG, serta kaya akan TPS yang berdaya antioksidan tinggi. Pola makan yang kaya akan antioksidan terbukti membantu melindungi sel dari kerusakan kronis.

Studi tahun 2022 menemukan bahwa rutin minum teh oolong berhubungan dengan penurunan risiko kanker mulut (oral squamous cell carcinoma) hingga 31%, bahkan mencapai 41% bagi mereka yang mengonsumsi lebih dari dua cangkir sehari.

3. Meningkatkan Kesehatan Kognitif dan Otak

Asupan teh oolong juga membawa dampak positif bagi fungsi saraf dan otak:

  • Meredakan Gejala Depresi: Polifenol seperti EGCG bekerja menenangkan jalur respons stres di otak (HPA axis) serta meredakan peradangan saraf. Studi tahun 2021 mencatat bahwa lansia yang rutin mengonsumsi teh fermentasi seperti oolong memiliki risiko gejala depresi hingga 13% lebih rendah.
  • Mencegah Penurunan Kognitif: Sifat neuroprotektifnya mendukung fungsi area otak posterior corpus callosum yang mengolah informasi, menurunkan risiko penurunan kognitif hingga 40%.