Nama Reza Pahlavi kembali mencuat di tengah hura-hara aksi unjuk rasa besar-besaran di Iran dalam satu dua hari belakangan. Pahlavi selama ini memang dikenal sebagai tokoh oposisi yang menentang pemerintah. 

Bagi Pahlavi rezim Ayatollah Ali Khamenei yang sekarang ini adalah pemerintahan otoriter yang menindas rakyatnya. Pahlavi juga terus menerus menyerukan agar masyarakat melakukan aksi demonstrasi dengan gelombang yang jauh lebih besar lagi. 

Baca Juga: Gibran Buka Suara Terkait Sindiran Pandji Pragiwaksono

"Kalian adalah militer nasional Iran, bukan militer Republik Islam. Kalian memiliki kewajiban untuk melindungi nyawa sesama warga negara. Waktu kalian tidak banyak. Bergabung lah dengan mereka secepat mungkin,” kata  Pahlavi melalui akun X dilansir Kamis (15/1/2026). 

Pahlavi adalah salah satu tokoh oposisi yang ingin menggulingkan rezim Ayatollah Ali Khamenei dan ingin memulai apa yang dia sebut demokrasi di negara tersebut.

Hidup di Pengasingan Sejak Usia 17 Tahun  

Di Iran, Pahalavi memang menjadi salah satu tokoh oposisi yang paling terkenal. Ia selalu berdiri seberang pemerintahan sah dan menentang mereka. 

Kendati terkenal di Iran, namun Pahlavi sama sekali tidak tinggal dan menetap di negaraya karena kondisi politik di sana.  

Pria kelahiran 31 Oktober 1960 itu sama sekali tidak menginjakan kaki di tanah kelahirnya itu setelah kekuasaan ayahnya Shah Mohammad Reza Pahlavi runtuh. 

Shah Mohammad Reza Pahlavi digulingkan dalam pemberontakan yang disebut Revolusi Islam dan membuat Iran menjadi pemerintahan seperti sekarang.

Laki-laki yang telah dinobatkan menjadi putra mahakota itu akhirnya angkat kaki dari negaranya dan memulai hidup baru di pengasingan. Pahlavi meninggalkan Iran  sejak usia 17 tahun, tepatnya pada pada 1978. 

Pahlavi menuju Amerika Serikat dan memulai hidup baru di sana, sejak saat itu ia tak pernah kembali di Iran. 

Di Amerika Serikat Pahlavi diketahui mengikuti berbagai aktivitas, ia mengikuti pelatihan pilot di Pangkalan Angkatan Udara Reese di Lubbock, Texas.

Baca Juga: Dituding Sebagai Dalang Kasus Ijazah, Bagaimana Hubungan SBY dan Jokowi?

Tak hanya itu, Pahlavi  juga belajar ilmu politik hingga menikah dengan warga Iran-Amerika Yasmine Etemad-Amini. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai tiga anak.

Memantau Iran dari Jauh

Hidup di pengasingan bukan berarti Pahlavi menjadi orang yang pasif, ia terus memantau Iran dari jauh. Dia bahkan sempat membuka relasi dengan Israel. Pada April 2023, Pahlavi juga sempat berkunjung ke Israel.