Nama Nucha Bachri tak hanya dikenal sebagai CEO media parenting. Ia juga menjadi figur yang konsisten memimpin percakapan tentang kesetaraan peran dalam rumah tangga, kesehatan mental ibu, hingga pentingnya komunikasi yang sehat antar pasangan.

Di tengah dinamika keluarga modern, Nucha hadir bukan sekadar sebagai pebisnis, tetapi sebagai suara yang mendorong perubahan cara pandang tentang pengasuhan dan relasi suami-istri di Indonesia.

Lantas, seperti apa sosok Nucha Bachri dari dekat? Bagaimana perjalanan karier dan nilai-nilai yang ia perjuangkan membentuk Parentalk menjadi ruang aman bagi para orang tua? Berikut ulasan Olenka selengkapnya.

Latar Belakang Keluarga

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi yang secara spesifik mencantumkan tanggal lahir lengkap Nucha Bachri, baik tanggal, bulan, maupun tahun kelahirannya. Informasi mengenai latar belakang keluarga maupun orang tuanya pun tidak banyak terungkap ke ruang publik.

Sosok Nucha lebih dikenal melalui kiprahnya di dunia parenting dan media digital. Ia menikah dengan Ario Pratomo, yang juga merupakan Co-Founder Parentalk.

Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang anak, sekaligus menjadi inspirasi di balik perjalanan mereka membangun ruang aman dan suportif bagi para orang tua di Indonesia.

Jejak Pendidikan

Perjalanan profesional Nucha ditopang latar belakang akademik yang solid. Dikutip dari LinkedIn pribadinya, ia meraih gelar Sarjana Ilmu Sosial jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Paramadina (2004–2008) dengan predikat Cum Laude (IPK 3,93).

Nucha juga menerima penghargaan Best Student Paramadina 2008 dan Best Student of International Relations 2008. Skripsinya berjudul “Capability Increment of Chinese Military & Its Effect to East Asia”, mencerminkan minatnya pada geopolitik.

Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia (2009–2011) dengan tesis bertajuk “Content Analysis on Women Politician in ‘Kompas’ Newspaper during 2009 Political Campaign”, yang menunjukkan ketertarikannya pada komunikasi politik dan representasi perempuan di media.

Awal Karier

Karier profesional Nucha dimulai di Citi (Citibank Indonesia) pada 2008 sebagai Senior Relationship Officer. Di sana, ia dipercaya memegang posisi Junior Relationship Manager dengan tanggung jawab besar seperti menargetkan dan menjaga hubungan dengan klien korporat serta memimpin tim sales.

Pengalaman ini membentuk kemampuannya dalam kepemimpinan, negosiasi, dan manajemen target, fondasi penting bagi perjalanannya ke depan.

Mendalami Dunia Riset dan Politik

Minat akademik Nucha pada politik dan komunikasi pun membawanya ke dunia riset. Pada 2010–2012, ia bergabung dengan Charta Politika sebagai Researcher. Perusahaan konsultan politik ini menangani berbagai klien, mulai dari partai politik hingga kandidat jabatan publik.

Adapun, tugasnya meliputi media tracking untuk partai dan gubernur, engelola tim lapangan dan persiapan fieldwork, dan menyusun laporan mingguan.

Kariernya berlanjut sebagai Senior Researcher di MarkPlus, Inc. Di sini ia menangani riset pasar untuk sektor pemerintahan dan industri sumber daya alam, baik dengan metode kuantitatif maupun kualitatif.

Nucha juga merancang kuesioner, memoderasi FGD dan wawancara mendalam (IDI), memonitor kerja lapangan, hingga menyusun laporan dan presentasi akhir.

Pengalaman panjang di bidang riset membentuk ketajaman analisis dan kepekaannya terhadap data, kemampuan yang kemudian sangat berperan dalam membangun media berbasis kebutuhan audiens.

Baca Juga: Pesan Nucha Bachri untuk Perempuan Pejuang Garis Dua

Menjadi Akademisi

Sejak 2011 hingga sekarang, Nucha juga berkiprah sebagai dosen di almamaternya, Universitas Paramadina. Ia tercatat mengajar mata kuliah Ilmu Politik, Sistem Politik Indonesia, Komunikasi Internasional, dan Diplomasi.

Baginya, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan kontribusi kembali pada institusi yang membentuknya.

Pengalaman Manajerial di Industri Kebugaran

Pada 2015–2016, Nucha sempat menjabat sebagai Product Manager di Fulfilled. Dalam peran ini, ia mengembangkan program workout berupa rencana latihan, video, serta coaching online, sekaligus melakukan riset pasar dan menyusun strategi pengembangan produk.

Pengalaman ini memperluas perspektifnya dalam pengembangan produk digital dan manajemen strategi.

Baca Juga: Cara Pandang Nucha Bachri Tentang Sosok Ibu

Mendirikan dan Membesarkan Parentalk

Titik balik penting dalam karier Nucha terjadi pada 2017 ketika ia mendirikan Parentalk dan menjabat sebagai Chief Content Officer (2017–2022).

Nucha pun mengaku memulai Parentalk dengan misi personal sekaligus sosial, yakni Started Parentalk with a mission to help us parents, including myself. Parenting is the toughest job in the world and yet, there's no proper education for it.

Sebagai seorang peneliti, dosen, sekaligus ibu dari dua anak perempuan, ia melihat adanya kebutuhan besar akan ruang diskusi yang aman dan relevan bagi orang tua.

Sejak Februari 2022 hingga kini, Nucha menjabat sebagai Chief Executive Officer Parentalk.

Dalam waktu beberapa tahun, Parentalk berkembang pesat dan hadir di berbagai platform digital seperti Instagram, YouTube, blog, hingga TikTok, membangun komunitas parenting yang inklusif dan terpercaya.

Dan, pada Oktober 2019, Parentalk meraih penghargaan sebagai Content Creator Terbaik kategori Pola Asuh Anak di ajang Siberkreasi Netizen Fair 2019. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Parentalk dalam menghadirkan konten edukatif dan relevan bagi keluarga Indonesia.

Pesan Nucha Bachri untuk Perempuan 

Nucha kerap menyampaikan pesan empati kepada para perempuan yang tengah berjuang mendapatkan momongan.

“Buat teman-teman yang lagi berjuang untuk garis dua, semoga tetap semangat, semoga tetap solid sama pasangannya, dan percaya bahwa kalau sudah waktunya, pasti akan jauh lebih indah,” tuturnya, dikutip dari wawancaranya bersama Olenka.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa sedih dan lelah adalah hal yang manusiawi.

“Kalau lagi down atau lagi sedih, gak apa-apa, ambil waktunya untuk jeda dulu, baru kemudian mengumpulkan semangat lagi untuk usaha lagi, untuk program lagi.”

Bagi Nucha, jeda bukan berarti menyerah, melainkan bagian dari proses menjaga kewarasan.

Tak hanya itu, Nucha juga memegang teguh prinsip bahwa setiap perempuan berhak mendefinisikan makna keberdayaan menurut versinya sendiri. Setiap pilihan hidup adalah sah untuk dijalani, selama disertai kesiapan menerima konsekuensinya.

Baginya, kesalahan maupun proses yang terasa tidak nyaman bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan yang selalu menyimpan pelajaran berharga.

Baca Juga: Life Skill Wajib Bagi Seorang Ibu Menurut Nucha Bachri