Nama Hongqi mungkin masih terdengar asing bagi sebagian konsumen Indonesia. Namun, di China, merek otomotif premium ini memiliki sejarah panjang yang lekat dengan dunia kenegaraan. Berdiri sejak 1958, Hongqi dipercaya menjadi kendaraan para pemimpin dan pejabat tinggi China dalam berbagai agenda resmi.

Kini, setelah lebih dari enam dekade, Hongqi memperluas kiprahnya ke Indonesia dengan menggandeng Indomobil Group. Merek premium asal China ini membawa E-HS9, SUV listrik full-size, sebagai model perdananya.

Lantas, seperti apa perjalanan Hongqi dari kendaraan kenegaraan hingga menjadi brand premium global? Dikutip dari berbagai sumber, Senin (24/8/2026), berikut ulasan Olenka selengkapnya.

Sejarah Hongqi

Dikutip dari Kompas.com, Hongqi lahir pada 1958 ketika China ingin memiliki kendaraan kenegaraan buatan industri dalam negeri. Saat itu, pemerintah masih banyak menggunakan mobil produksi luar negeri untuk berbagai kebutuhan resmi.

Pemerintah kemudian menunjuk First Automobile Works (FAW) di Changchun untuk mengembangkan kendaraan nasional. Salah satu hasil awalnya adalah sedan CA72 yang berdesain besar dan mewah serta diproduksi terbatas untuk kepentingan pemerintahan dan seremoni.

Nama Hongqi sendiri berarti “bendera merah” dalam bahasa Mandarin dan menjadi simbol identitas serta kebanggaan nasional China.

Tiga Dekade Jadi Mobil Kenegaraan

Pada masa awal, Hongqi tidak dipasarkan untuk masyarakat umum. Melansir laman Hongqi Malaysia, model seperti CA72 dan CA770 selama sekitar tiga dekade diproduksi terbatas untuk kebutuhan kenegaraan.

Status tersebut membuat Hongqi identik dengan kemewahan, kehormatan, dan prestise. Warisan itu terus berlanjut hingga era Presiden Xi Jinping, termasuk ketika ia menghadiri KTT G20 di Bali pada 2022.

Seiring waktu, Hongqi juga melahirkan model ultra-mewah seperti L5 yang diperkenalkan pada 2014. Sedan tersebut memiliki panjang lebih dari 5,5 meter dan dibekali mesin V12 6,0 liter. Harganya saat diperkenalkan mencapai lebih dari 5 juta yuan.

Bertransformasi Jadi Brand Premium

Memasuki akhir 1990-an hingga dekade 2010-an, Hongqi mulai bertransformasi dari produsen kendaraan eksklusif pemerintah menjadi merek premium yang menyasar konsumen umum.

Lini produknya pun semakin beragam, mulai dari sedan seperti H5 dan H9 hingga SUV serta kendaraan listrik. Desain modern, teknologi pintar, dan elektrifikasi kemudian menjadi bagian dari strategi pengembangan Hongqi.

Karakter desainnya tetap membawa filosofi China. Salah satunya adalah konsep 'Taihe' yang menggambarkan keharmonisan dan keseimbangan alam. Garis merah yang menjadi ciri khas sejumlah model Hongqi juga dipertahankan sebagai identitas visual merek.

Baca Juga: Hongqi Resmi Memulai Perjalanan di Indonesia

Menembus Pasar Global

Melansir laman FAW, Hongqi mulai menyusun strategi untuk ekspansi global pada 2018. Merek ini kemudian memasuki sejumlah pasar, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Rusia, Ukraina, Mesir, Afrika Selatan, Vietnam, dan Israel.

Ekspansi tersebut menandai perubahan posisi Hongqi dari merek yang identik dengan kendaraan kenegaraan China menjadi produsen kendaraan premium untuk konsumen internasional.

Resmi Hadir di Indonesia

Hongqi resmi memasuki pasar Indonesia pada Agustus 2026 dengan menggandeng Indomobil Group.

Dikutip dari detikOto, peluncuran resmi digelar di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada Selasa (12/8/2026). Untuk debutnya, Hongqi membawa E-HS9 sebagai model flagship.

SUV listrik ini memiliki konfigurasi 6-7 penumpang, sistem penggerak 4WD, serta desain khas berupa grille besar bergaya waterfall dan garis merah ikonik di bagian depan.

Director Indomobil Group Andrew Nasuri mengatakan kehadiran Hongqi membawa lebih dari sekadar merek baru ke Indonesia.

“Hongqi bukan hanya membawa sebuah nama baru ke Indonesia, tetapi juga membawa sebuah warisan yang telah menjadi bagian dari sejarah Tiongkok selama lebih dari enam dekade,” kata Andrew.

Sebelumnya, Andrew juga menyebut E-HS9 akan dipasarkan di bawah Rp2 miliar di Indonesia. Harga resmi dan detail varian kemudian menjadi salah satu informasi yang paling dinantikan konsumen.

Bersiap Gunakan Teknologi Baterai BYD

Transformasi Hongqi menuju kendaraan listrik juga didukung kolaborasi teknologi.

Dikutip dari CarNewsChina, Hongqi disebut bersiap menggunakan Blade Battery generasi kedua atau Blade 2.0 dari BYD, termasuk teknologi flash charging berkapasitas megawatt.

Teknologi tersebut dikembangkan melalui proyek patungan FAW-FinDreams untuk mendukung kendaraan listrik generasi baru. Bagi Hongqi, teknologi ini diharapkan memperkuat daya saing kendaraan listriknya di pasar global.

General Manager China FAW Group Import & Export Co., Ltd. Xiao Xiao menegaskan bahwa inovasi tetap berjalan tanpa meninggalkan identitas Hongqi.

“Hongqi terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Dari perjalanan awal kami hingga generasi kendaraan cerdas dan listrik saat ini, kami terus merangkul inovasi, desain, dan teknologi dengan tetap menjaga nilai-nilai yang telah membentuk Hongqi selama lebih dari enam dekade,” ujar Xiao Xiao.

Daftar Harga Hongqi 2026

Dikutip dari AstraOtoshop.com, sejumlah model Hongqi pada 2026 diperkirakan memiliki harga sebagai berikut:

  • Hongqi HS3: Rp420 juta-Rp480 juta
  • Hongqi H5: Rp450 juta-Rp510 juta
  • Hongqi HS5: Rp520 juta-Rp590 juta
  • Hongqi E-QM5: Rp530 juta-Rp580 juta
  • Hongqi H9: Rp1,1 miliar-Rp1,35 miliar
  • Hongqi E-HS9: Rp1,45 miliar-Rp1,89 miliar

E-HS9 menjadi salah satu model flagship dengan harga tertinggi, sementara HS3 menyasar segmen SUV kompak. Di kelas sedan, H5 dan E-QM5 menawarkan pilihan lebih terjangkau, sedangkan H9 menyasar konsumen yang menginginkan sedan eksekutif premium.

Perlu dicatat, daftar tersebut merupakan estimasi OTR Jakarta pada Februari 2026 sehingga harga dapat berbeda berdasarkan wilayah, pajak, regulasi, dan kebijakan diler. Konsumen disarankan mengecek kembali harga, varian, promo, garansi, serta layanan purnajual melalui kanal resmi Hongqi Indonesia.

Baca Juga: Daftar Mobil dan Motor Terfavorit 2026