Perjalanan Dato Dr. Nazri Khan di Dunia Trading
Perjalanan Dato Dr. Nazri Khan di dunia trading tidak dimulai dengan kemenangan. Ia mengaku pernah merasakan kerugian besar yang membuat banyak orang memilih mundur.
Namun, dari titik terendah itulah ia pun menemukan satu hal penting, yaknitrading jika dipahami dengan benar, bukan sekadar spekulasi, melainkan keterampilan yang mampu menghadirkan kebebasan finansial.
“Trading bukan soal pintar membaca laporan keuangan. Ini soal memahami emosi manusia dan siapa yang sebenarnya menggerakkan pasar,” ujar Dato Dr. Nazri Khan.
Bagi Dato Dr. Nazri Khan, trading adalah peluang yang demokratis. Menurutnya, siapa pun bisa memulai, termasuk ibu rumah tangga, tanpa kantor, tanpa jam kerja kaku, dan dengan modal relatif kecil. Terlebih, kata dia, di era pasar 24 jam seperti kripto, kesempatan terbuka lebar bagi mereka yang memiliki teknik teruji.
Membongkar Era Manipulasi Pasar
Dato Dr. Nazri Khan menilai bahwa pasar global saat ini berada dalam fase manipulasi yang semakin kompleks. Institusi besar dan bank memiliki akses ke sistem eksklusif bernama dark pool, tempat transaksi raksasa dilakukan tanpa transparansi waktu nyata. Akibatnya, trader ritel kerap ‘tersapu’ tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
“Selama ini ritel selalu masuk terlambat, karena transaksi besar sudah terjadi jauh sebelum harga bergerak. Dark pool inilah akar ketidakadilan di pasar,” tegasnya.
Namun, lanjut dia, kemajuan kecerdasan buatan (AI) mengubah permainan. Dengan bantuan perangkat lunak berbasis AI, aktivitas dark pool kini dapat dilacak secara tidak langsung melalui jejak transaksi. Dari sinilah DDNK mengembangkan pendekatan footprint chart atau grafik yang menampilkan detail transaksi di dalam satu candle secara mendalam.

“Footprint chart itu seperti X-ray market. Kita bisa melihat siapa beli, siapa jual, di level harga mana, dan dengan volume berapa. Ini sangat sulit dimanipulasi,” jelasnya.
Berbeda dengan candlestick biasa, kata dia, metode ini menampilkan ratusan level harga dan volume secara akurat. AI membantu menyaring jutaan data transaksi untuk mengidentifikasi pergerakan smart money, perilaku dumb money, hingga pola manipulasi yang sering muncul sebelum pasar bergerak besar.
Karakter Ideal Seorang Trader
Lebih jauh, ketertarikan Dato Dr. Nazri Khan untuk aktif memberikan edukasi tentang trading di Indonesia bukan tanpa alasan. Ia melihat kedekatan budaya Nusantara sebagai fondasi kuat bagi lahirnya trader profesional.
“Kesederhanaan, kesabaran, dan kerendahan hati, itu justru karakter terbaik untuk trader. Orang Nusantara punya modal mental yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia pun berharap, Indonesia dan Malaysia mampu membangun standar sendiri dan melahirkan ekosistem keuangan yang setara dengan Wall Street. Menurutnya, jika semakin banyak trader Nusantara meraih keuntungan dari pasar global, maka dampak ekonominya akan berlipat ketika dana tersebut kembali ke dalam negeri.
Kemudian, menurut Dato Dr. Nazri Khan, kegagalan trader hampir selalu bermuara pada satu hal, yakni disiplin.
“Banyak trader tidak tahu kapan masuk, kapan keluar, dan kapan harus berhenti. Padahal, sebagian besar waktu dalam trading itu adalah menunggu,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal ini, ia menekankan pentingnya aturan ketat, checklist, ukuran transaksi kecil, serta dukungan komunitas. AI bahkan dapat digunakan untuk mendeteksi overtrading dan mengunci aktivitas ketika emosi mengambil alih.
Dalam pendekatan pendidikannya, Dato Dr. Nazri Khan menolak konsep ‘langsung pakai uang asli’. Ia menegaskan bahwa edukasi trading yang sehat harus berbasis praktik melalui simulator dan akun demo.
“Trader itu seperti pilot. Tidak mungkin menerbangkan pesawat sungguhan tanpa lulus simulasi. Konsistensi harus dibuktikan dulu, baru pakai dana nyata,” katanya.
Ia pun menyoroti sisi spiritual sebagai penyeimbang tekanan psikologis. Kesadaran bahwa rezeki adalah titipan Tuhan, sikap sabar saat rugi, dan rasa syukur saat untung diyakini mampu menjaga stabilitas emosi.
Terkait dengan harapannya ke depan, Dato Dr. Nazri Khan mengaku ingin trading tidak lagi dipandang sebagai perjudian, melainkan keterampilan finansial yang bisa diajarkan secara sistematis sejak usia dini.
“Kalau ada regulasi yang jelas, edukasi yang benar, dan figur teladan, trading bisa menjadi jalan yang adil bagi siapa saja untuk meraih kebebasan finansial,” tutup Dato Dr. Nazri Khan.
Nah, Growthmates, bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar trading dan kabar terbaru dari DDNK, silakan mengikuti akun media sosial resminya di Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube dengan nama Dato Dr Nazri Khan, serta mengunjungi situs resmi ddnk.ai.
Baca Juga: Profil Antonius Widodo Mulyono, Sang Direktur BCA