Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendukung penuh pengesahan RUU TNI yang baru diketok palu oleh DPR dalam sidang paripurna Kamis (20/3/2025). Dukungan Megawati terhadap pengesahan revisi UU yang berpolemik itu sekaligus mengonfirmasi sikap yang selalu bersama pemerintahan Prabowo Subianto kendati partai moncong putih itu saat ini masih di luar pemerintahan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPR sekaligus putri Megawati, Puan Maharani. Dia menyebut ibunya mendukung pengesahan RUU TNI revisi UU tersebut sesuai yang diharapkan masyarakat.
Baca Juga: TNI Tak Boleh Berbisnis dan Berpolitik
"Mendukung, karena memang sesuai dengan apa yang diharapkan," kata Puan usai memimpin rapat Paripurna pengesahan RUU TNI di kompleks parlemen dilansir Jumat (21/3/2025).
Kendati revisi UU TNI diwarnai protes keras dari berbagai elemen masyarakat, namun mengeklaim revisi yang dilakukan pihaknya sesuai dan memenuhi asas legalitas. Puan memastikan semua proses telah sesuai prosedur dan mekanisme mulai dari penerimaan surat pembahasan hingga audiensi dengan unsur masyarakat.
Terlebih, dia menyebut bahwa pembahasan juga dilakukan secara terbuka. Menurut Puan, DPR dan pemerintah telah menerima masukan dan aspirasi masyarakat terkait poin substansi RUU tersebut.
"Setelah disahkan akan kami berikan apa yang sudah kami putuskan. Seperti yang saya sampaikan tiga hal yang menjadi perbincangan yang diisukan dicurigai Insyaallah tidak akan terjadi," katanya.
RUU TNI memuat sejumlah pasal perubahan sejak dibahas DPR dua pekan lalu. Namun, ada tiga pasal yang disorot, yakni Pasal 7 terkait tugas dan fungsi baru TNI dalam operasi selain perang (OMSP).
Kedua, ada Pasal 47 terkait penempatan prajurit aktif di jabatan sipil. Lewat revisi tersebut, kini ada 14 instansi pemerintah yang bisa ditempati prajurit aktif dari semula 10 instansi sipil.
Baca Juga: Sah RUU TNI Jadi UU, Ini Pasal-Pasal yang Berubah
Ketiga, Pasal 53 terkait perpanjangan usia pensiun TNI. Perpanjangan masa usia pensiun dibagi menjadi tiga klaster antara tamtama dan bintara, perwira menengah, dan perwira tinggi.