PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), bersama Maybank Group, menggelar Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 yang mempertemukan pemangku kepentingan utama dalam sustainable finance, yaitu regulator, pelaku jasa keuangan dan pelaku industri. Forum yang pertama kali digelar oleh Maybank Indonesia tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dan panelis kunci, dan sejumlah keynote speaker, yaitu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Herman Saheruddin, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan dihadiri oleh kalangan pelaku industri. 

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi, pengelolaan risiko iklim, dan target Net Zero Emission (NZE). “Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen mendukung agenda keberlanjutan melalui implementasi sustainable finance, kami mendorong pelaku industri untuk dapat mengelola risiko, menangkap peluang pertumbuhan, serta mengakses solusi pembiayaan yang mendukung transformasi bisnis berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Maybank Indonesia Resmi Jadi Induk Perusahaan dengan Lima Anak Usaha

Dalam Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026, Maybank Indonesia secara resmi memperkenalkan Sustainable Shariah Restricted Investment Account (SRIA). Melalui solusi ini, nasabah tidak hanya memperoleh manfaat dari instrumen investasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembiayaan proyek-proyek hijau yang mendorong transisi energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Steffano menegaskan bahwa integrasi isu keberlanjutan ke dalam lanskap finansial bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan regulasi (compliance), melainkan instrumen utama dalam menjaga daya saing bisnis baik di pasar nasional dan global.

Dalam kesempatan tersebut, Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, mengatakan bahwa diskusi yang berlangsung pada hari ini menegaskan satu pesan penting, yaitu transisi menuju ekonomi berkelanjutan bukan lagi agenda masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.

"Meskipun perjalanan transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak akan mudah, meningkatnya kesadaran pemangku kepentingan akan isu tersebut juga menghadirkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri, serta penciptaan nilai jangka panjang. Di Maybank, kami berkomitmen untuk menjalankan peran kami. Maybank telah menetapkan target mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM300 miliar hingga 2030 (setara dengan Rp1.314 triliun, asumsi kurs RM1=Rp4.380), dan tetap berkomitmen untuk terus mendukung nasabah, industri, serta perekonomian di seluruh ASEAN dalam perjalanan transisi tersebut," ujarnya.

Di Indonesia, peran untuk mendorong percepatan transisi tersebut juga secara konsisten dijalankan oleh Maybank Indonesia. Sejalan dengan misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia hadir bukan sekadar sebagai penyedia layanan keuangan, melainkan juga sebagai mitra strategis yang memberdayakan pelaku industri untuk menciptakan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.