Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi mengatakan upaya-upaya yang dilakukan PDI Perjuangan untuk memisahkan Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) tak ada yang berhasil, terbaru PDI-P kata Dedek mencoba cara lain dengan menyebar isu yang menyebut Gibran Rakabuming Raka adalah beban politik bagi Prabowo, namun cara ini langsung terbaca sebab intrik itu sudah usang dan kuno.
Dengan menyebut Gibran sebagai beban, PDI-P ingin menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi Prabowo, namun cara ini justru gagal total, Prabowo malah semakin mesra dengan poros Solo.
“Ketika Mas Gibran dibilang Wah, Mas Gibran adalah beban politik Pak Prabowo, ya. Tujuannya supaya Pak Prabowo enggak nyaman dengan kedekatannya dengan poros Solo, lalu akhirnya pecah dengan Pak Jokowi," kata Dedek dilansir Olenka.id Kamis (29/10/2026).
“Dan pola ini kan sudah lama dimainkan oleh PDIP sebetulnya. Kalau hubungan Pak Prabowo mesra dengan Pak Jokowi, dibilang Pak Prabowo di bawah bayang-bayang Pak Jokowi ya. Dibilang matahari kembar ya," tambahnya.
Secara tersirat Dedek mengatakan, PDI-P memandang Prabowo sebagai sebuah kekuatan politik yang sukar tertandingi selama ia masih bersatu dengan Jokowi, cara untuk mengalahkannya adalah memisahkan keduanya, dengan begitu kekuatan politik mereka terbelah dan gampang ditaklukan.
“Kalau saya musuh politik Pak Prabowo dan ingin mengalahkan Pak Prabowo, tentu yang saya lakukan pertama adalah memisahkan Pak Jokowi dari Pak Prabowo. Dengan demikian sebagian kekuatan Pak Prabowo akan hilang dan yang paling diuntungkan ya PDI-P," ujarnya.
Dedek mengatakan, ketika PDI-P berupaya menggiring opini publik lewat sekretaris jenderal Hasto Kristiyanto yang menyebut Gibran adalah beban Prabowo, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu lupa satu hal, mereka tidak melihat data bahwa kemenangan Prabowo di Pilpres 2024 berkat kontribusi Gibran yang merepresentasikan keluarga Jokowi.
“Begini, jelas penilaian bahwa Mas Gibran itu beban adalah penilaian ngawur. Jelas kok bahwa Pak Prabowo sekarang menjadi Presiden RI salah satunya karena kehadiran Mas Gibran di situ," pungkasnya.