Kondisi ini membuka ruang bagi lahirnya berbagai inovasi baru yang tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen industri kecantikan saat ini, tetapi juga membentuk pengalaman kecantikan di masa depan.
"Indonesia memiliki talenta dan semangat inovasi yang luar biasa. Melalui L’Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program, kami ingin membuka akses bagi startup Indonesia untuk mengembangkan solusi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan bisnis dan konsumen yang terus berkembang. Kami percaya kolaborasi antara startup dan pelaku industri dapat mempercepat lahirnya terobosan yang membawa dampak nyata bagi masa depan industri kecantikan,” ujar Benjamin Rachow, Presiden Direktur L’Oréal Indonesia seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
‘BIG BANG’ JEMBATANI KEBUTUHAN AKSES PASAR DAN SCALABILITY KOMERSIAL
Isabel Falco, Chief of Corporate Digital Marketing L’Oréal Indonesia melihat banyak startup memiliki ide yang kuat, namun membutuhkan akses ke pasar dan mitra yang tepat untuk berkembang.
Melalui program ini, pihaknya ingin membantu startup menguji solusi dalam konteks bisnis nyata, berkolaborasi dengan berbagai brand L’Oréal, serta memperoleh bimbingan dan jejaring yang dapat mempercepat pertumbuhan bisnis.
Startup dapat mengajukan solusi pada lima kategori inovasi utama, yaitu: (1) Connected Brand Experience; (2) Creators & Affiliates; (3) AI-Powered Commerce; (4) Science for Beauty; dan (5) Innovation for Good.
Baca Juga: L’Oreal Hairducation Gandeng Kemendikbud Cetak Generasi Muda di Industri Tata Rambut, Intip Yuk!
Startup yang terpilih akan mengikuti rangkaian seleksi regional hingga Grand Finale di Singapura. Para pemenang berkesempatan memperoleh program pilot komersial yang didanai penuh bersama salah satu brand internasional L’Oréal, peluang memperluas implementasi solusi ke berbagai pasar SAPMENA, serta pendampingan selama satu tahun dari para pemimpin senior L’Oréal dan mitra program, termasuk Google, Meta, dan Accenture.
Berbagai startup dari cohort sebelumnya telah menunjukkan bagaimana inovasi dapat membuka kemungkinan baru dalam Beauty Tech. Halo AI dari Uni Emirat Arab, misalnya, menghadirkan solusi berbasis AI untuk membantu brand dan kreator membangun kolaborasi yang lebih relevan, sementara Heatseeker dari Australia mengembangkan pendekatan eksperimen pasar untuk menghasilkan insight konsumen secara lebih cepat.
Kisah-kisah sukses ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara startup dan pelaku industri dapat mempercepat lahirnya inovasi yang mendorong evolusi Beauty Tech.