Peneliti Pusat Studi Sawit IPB sekaligus dosen IPB University, Siti Nikmatin mengatakan limbah kelapa sawit berpotensi besar dikelola secara massal atau dikelola dalam skala industri sebab ketersediaan bahan baku yang melimpah.  

Limbah seperti Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) kata Siti selalu tersedia dalam jumlah besar setiap harinya, ini memungkinkan pengelolaan limbah sawit dapat di kerek masuk industri tanpa perlu mengkhawatirkan krisis bahan baku di kemudian hari.

Baca Juga: Tandan Kosong Kelapa Sawit Limbah Industri Bernilai Ekonomis

“Ya, sebagai contoh saja TKKS itu ya, setiap jam kan ada, nah ini sangat melimpah sekali, jadi secara risos tidak perlu diragukan, sangat berkelanjutan. Oleh sebab itu, untuk di skala industri, dalam mass production sangat memungkinkan,” kata Siti kepada Olenka.id ditulis Rabu (8/4/2026). 

Perlu diketahui limbah TKKS diolah menjadi biomaterial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai macam produk. Tak hanya itu jenis limbah yang satu ini juga dapat diolah menjadi fashion, helm, rompi antipeluru, hingga komponen filter pada kendaraan bermotor. 

Kendati berpeluang besar diolah dalam skala besar, namun pemanfaatan limbah sawit dalam industri juga punya sederet tantangan, proses transisi dari level laboratorium menuju industri kata Siti membutuhkan proses panjang dan memakan waktu. 

Proses tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari analisis kelayakan ekonomi hingga uji pasar guna memastikan produk dapat diterima secara komersial.

Baca Juga: Tandan Kosong Kelapa Sawit Limbah Industri Bernilai Ekonomis

“Kita masih mengimprovisasi antara hasil riset skala lab dengan masuk ke mass production ini. Karena kan harus ada analisa ekonomi, harus ada uji pasarnya, sehingga apa yang terjadi itu memang betul-betul, ya itu yang dihidupkan masyarakat. Dan sekarang, mekanisme perjanjian atau mekanisme kerjasama antara perbuatan itu dengan industri itu yang dibangun secara legal,” pungkasnya.