Didominasi Generasi Muda dan Gaya Hidup Sosial

Dari sisi demografi, kelompok usia 21–40 tahun menjadi kontributor utama pertumbuhan, khususnya pada tenis (65,31 persen) dan padel (58,30 persen). Sementara itu, pickleball menunjukkan distribusi usia paling beragam, dari pemain muda hingga senior, sedangkan squash cenderung lebih seimbang antara usia muda dan paruh baya.

Pola bermain juga menunjukkan karakteristik yang menarik. Tenis dimainkan sepanjang hari dengan puncak aktivitas antara pukul 08.00 hingga 20.00. Sebaliknya, padel lebih ramai pada pagi dan malam hari, terutama setelah jam kerja hingga pukul 21.00, mencerminkan sifatnya yang lebih sosial dan fleksibel.

Dari sisi pengeluaran, rata-rata pengguna menghabiskan sekitar Rp400.000 untuk aktivitas olahraga dalam satu kunjungan, dengan tambahan sekitar Rp50.000 untuk konsumsi.

Komunitas pemain didominasi oleh pengguna lokal, namun partisipasi ekspatriat juga cukup signifikan, berasal dari berbagai negara seperti Rusia, Australia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat.

Secara gender, komposisi pemain terdiri dari 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan, dengan kelompok usia 31–40 tahun sebagai segmen terbesar.

Ekosistem Tumbuh, Bisnis Ikut Melaju

Sebagai operator dan pengembang ekosistem olahraga raket, Liga.Tennis menghadirkan layanan terintegrasi mulai dari penyewaan lapangan, pelatihan, turnamen, hingga aktivitas komunitas. Hingga 2025, perusahaan telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship yang menarik peserta dari dalam dan luar negeri.

Pendekatan berbasis komunitas ini terbukti mendorong performa bisnis. Pada periode 2024–2025, Liga.Tennis mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 35 persen, dengan margin laba bersih mencapai 31 persen dan pertumbuhan laba bersih sebesar 105 persen secara tahunan.

Selain penyewaan lapangan, perusahaan juga mengembangkan berbagai sumber pendapatan lain seperti pelatihan, penyelenggaraan turnamen, layanan gym & recovery, serta layanan pendukung lainnya.

Ke depan, Liga.Tennis optimistis bahwa olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas.

Perusahaan pun membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, untuk ekspansi ke lokasi baru. Target ambisius pun dicanangkan, yakni mencapai return on investment (ROI) tahunan sebesar 25–35 persen serta pengembangan hingga 77 klub dalam 10 tahun ke depan.

Didukung oleh kekuatan digital melalui Liga App yang telah menjangkau hampir 100.000 pengguna, Liga.Tennis juga bersiap melakukan ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara.

Dengan tren yang terus menguat dan strategi ekspansi yang agresif, olahraga raket diprediksi akan menjadi salah satu sektor olahraga paling dinamis di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Lapangan Padel di Jabodetabek, dari Indoor hingga Rooftop View Kota