Bermain gim kini bukan lagi sekadar hobi anak muda atau atlet esports. Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, semakin banyak orang menjadikan gim sebagai sarana melepas penat, menghabiskan waktu bersama teman, hingga mencari hiburan setelah bekerja atau kuliah.
Perubahan ini turut mengubah kebutuhan para gamer yang kini tak hanya mengutamakan performa, tetapi juga kenyamanan dan fleksibilitas perangkat.
Melihat tren tersebut, JBL Indonesia meluncurkan kampanye #SoundIsSurvival bersamaan dengan peluncuran lini headset gaming terbaru JBL Quantum.
Melalui kampanye ini, perusahaan ingin menegaskan bahwa dunia gaming merupakan ruang yang terbuka bagi semua orang, mulai dari gamer kasual hingga pemain kompetitif.
Baca Juga: JBL Luncurkan TWS Tour PRO 3 dan Live 3 di Indonesia
Peluncuran yang berlangsung di JBL Official Store AEON BSD pada Rabu (1/7/2026) itu sekaligus memperkenalkan tiga headset terbaru, yakni JBL Quantum 250, JBL Quantum 650, dan JBL Quantum 950. Ketiganya dirancang untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih imersif sekaligus menjawab kebutuhan gamer dengan gaya bermain yang beragam.
Perubahan profil gamer menjadi salah satu alasan JBL terus mengembangkan teknologi audio. Tak lagi hanya mengejar kualitas suara, perangkat gaming kini juga dituntut lebih nyaman, fleksibel, dan mudah dipersonalisasi agar dapat digunakan dalam berbagai aktivitas.

General Manager and Vice President Consumer Audio Harman Asia Pacific, Grace Koh, mengatakan pembaruan pada lini JBL Quantum merupakan langkah perusahaan untuk menghadirkan teknologi audio yang relevan dengan kebutuhan generasi gamer saat ini.
"JBL Quantum meningkatkan standar industri dengan tampilan baru yang fresh, dirancang untuk menyasar generasi gamers masa kini. Kaliber teknologi akustik yang kami tawarkan sulit ditemukan pada produk kompetitor di kelasnya," ujarnya.
Menurut Grace, inovasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui perangkat keras, tetapi juga melalui pembaruan perangkat lunak JBL QuantumENGINE yang dirancang untuk memberikan pengalaman audio yang lebih optimal bagi seluruh gamer, apa pun tingkat kemampuan mereka.
Baca Juga: JBL Tour One M3 Smart Tx Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Fitur Lengkap dan Harganya
"Rangkaian headset JBL Quantum baru beserta pembaruan software JBL QuantumENGINE adalah bukti keahlian kami dalam inovasi audio. Misi kami sederhana: menghadirkan audio berkualitas ke turnamen dan semua gamer. Dan kini kami berhasil mewujudkannya," katanya.
Tak hanya berfokus pada performa saat bermain gim, seri JBL Quantum terbaru juga dirancang agar tetap nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Desain modular memungkinkan pengguna mengganti sejumlah komponen, seperti mikrofon, bantalan telinga, kabel, hingga headband. Mikrofon yang dapat dilepas juga membuat headset lebih fleksibel digunakan untuk bekerja, mengikuti rapat daring, menikmati musik, maupun menemani perjalanan.
JBL turut memperbarui QuantumENGINE dengan sejumlah fitur baru, seperti Quantum Spatial Sound, AI Noise Reduction, serta preset equalizer untuk berbagai gim populer. Pembaruan ini memungkinkan pengguna menyesuaikan pengalaman audio dengan lebih mudah tanpa harus melakukan pengaturan yang rumit.
Grace mengatakan pengembangan QuantumENGINE dilakukan setelah JBL mendengarkan berbagai masukan dari komunitas gamer. Karena itu, perusahaan ingin menghadirkan perangkat lunak yang tidak hanya meningkatkan performa bermain, tetapi juga memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mengatur pengalaman audio sesuai preferensi masing-masing.
"Kami mendengar masukan dari komunitas dan mendesain ulang JBL QuantumENGINE untuk satu tujuan: imersi tingkat lanjut dan kustomisasi total. Dengan JBL Quantum Spatial Sound yang kini terintegrasi di seluruh rangkaian JBL Quantum, kami menghadirkan audio spasial sekelas profesional bagi setiap gamer, apa pun budget-nya. JBL QuantumENGINE terus berevolusi dan siap menjadi platform audio esensial bagi setiap pemain," tutur Grace.
Melalui kampanye #SoundIsSurvival, JBL berharap semakin banyak orang dapat menikmati pengalaman bermain gim dengan cara mereka sendiri. Bagi perusahaan, gaming kini bukan lagi sekadar soal kompetisi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin dekat dengan keseharian masyarakat.