Friderica Widyasari Dewi didapuk menjadi ketua sekaligus wakil ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggantikan posisi Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara yang kompak mengundurkan diri sehari sebelumnya. Penunjukan Kiki sapaan Friderica Widyasari Dewi digelar dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Kiki bukan orang baru di OJK, ia telah lama berkecimpung di sana dan menduduki sejumlah posisi strategis. Menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen adalah jabatan terakhir  yang diemban seja 2022 sebelum ditunjuk menjadi pejabat pengganti anggota dewan komisioner (ADK) OJK. 

Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Diangkat Jadi Ketua Sekaligus Wakil Dewan Komisioner OJK

Tak hanya aktif di OJK, Kiki juga telah lama mengabdikan diri dalam pengembangan literasi keuangan melalui karya tulis. Buku-buku seperti: Pengawasan Market Conduct: A Game Changer dan Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi yang lahir dari pemikirannya menjadi bukti kepedulian Kiki dalam dunia literasi keuangan. Kedua buku yang ia tulis tersebut menjadi  rujukan dalam pengawasan perilaku pasar dan edukasi investasi.

Rekam Jejak di Industri Pasar Modal 

Jauh sebelum mendedikasikan diri di OJK, Kiki telah malang melintang di pasar modal, pengalaman panjangnya  ini yang membuat dirinya menjadi salah satu figur sentral di OJK. 

Pada periode 2020 hingga 2022, Kiki pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas. Jauh sebelumnya ia juga ia juga dipercayakan mengampu jabatan penting di PT PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). 

Di Perusahaan itu ia duduk di pucuk pimpinan sebagai Direktur Utama. Jabatan itu direngkuhnya sejak 2016 hingga 2019 setelah sebelumnya ia menjabat Direktur Keuangan KSEI pada 2015 hingga 2016. 

Meski demikian perusahaan di atas bukan menjadi tempat pertama, Kiki menancapkan kakinya di pasar modal, 2019 adalah awal kariernya setelah bergabung dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak main-main, jabatnya disini juga lumayan mentereng yakni  Direktur Pengembangan. Ia keluar dari BEI pada 2015.

Berhasil mencatatkan karier gemilang di industri pasar modal, bikin Kiki menjadi salah satu sosok yang amat disegani dalam ekosistem pasar modal Tanah Air.  

Hal ini dibuktikan dengan penunjukan dirinya mengemban beberapa posisi strategis misalnya sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC) sejak 2023, serta sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.

Nama besar Kiki juga mendapat pengakuan dunia internasional, ia didapuk menjadi Advisory Board The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) dan Governing Council International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022. 

Dedikasi dan kontribusi besar Kiki mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, ini dibuktikan dengan koleksi penghargaan bergengsi ia telah ia terima sepanjang 2025.  

Baca Juga: Ekonom Nilai Aksi Mundur Berjamaah Bos BEI-OJK Disebabkan Ada Tekanan dari Eksekutif

Kiki menyabet penghargan Outstanding Women Leader in Financial Services dari CNN Indonesia, BIG 40 Awards kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta The Most Outstanding Woman 2025 dari Infobank.

Dengan pengalaman regulator, praktisi, dan pemikir kebijakan Kiki terus memainkan peran kunci dalam memperkuat kepercayaan publik dan menciptakan ekosistem jasa keuangan yang adil, inklusif, dan berintegritas.