PT Bank QNB Indonesia Tbk baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 di kantor pusatnya. Pertemuan penting yang dipimpin oleh Komisaris Independen, Muhammad Anas Malla, serta dihadiri oleh jajaran direksi dan pemegang saham ini membuahkan beberapa keputusan strategis. Di antaranya adalah persetujuan atas Laporan Tahunan 2025, penetapan penggunaan laba bersih, serta perombakan pada susunan anggota Dewan Komisaris perusahaan.
Sepanjang tahun 2025 lalu, Bank QNB Indonesia sukses menunjukkan performa bisnis yang solid dan tangguh di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.
Ketahanan ini dibuktikan dengan raihan laba sebelum pajak sebesar Rp50,8 miliarr serta lonjakan pertumbuhan kredit bersih yang mencapai 18% secara tahunan (year-on-year). Angka pertumbuhan tersebut terbilang sangat impresif karena berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri nasional yang hanya berada di kisaran 9,6%.
Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) perusahaan turut merangkak naik sebesar 11%, yang sekaligus mengantarkan total aset bank menyentuh angka Rp13,2 triliun. Kualitas aset bank juga tercatat semakin sehat dan membaik, ditandai dengan penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto menjadi 2,2% dari yang sebelumnya berada di angka 2,7%.
Dari sisi likuiditas, posisi bank berada dalam zona aman yang sangat kuat karena rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 120,0% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 140,40% berhasil berdiri kokoh di atas batas minimum yang ditetapkan oleh regulator, yaitu 100%.
Mengenai pencapaian tersebut, Nick Groene selaku Direktur Utama PT Bank QNB Indonesia Tbk memberikan pernyataan resminya secara langsung.
“Di tengah situasi global dan domestik yang menantang, Bank QNB Indonesia terus menjalankan strateginya secara disiplin dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan. Kinerja yang kami capai mencerminkan kuatnya fundamental Bank serta komitmen untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Menariknya, di samping menggenjot performa finansial, Bank QNB Indonesia juga tengah gencar melakukan transformasi digital di berbagai lini organisasi. Mereka fokus pada aspek otomasi dan penguatan kapabilitas layanan perbankan digital demi mendongkrak efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman bertransaksi yang jauh lebih modern bagi nasabah.
Baca Juga: Kolaborasi Allianz Life dan Bank QNB Indonesia Hadirkan Allianz Life Income Assurance
Untuk mendukung agenda besar ini, perusahaan terus berinvestasi pada peningkatan kualitas karyawannya lewat berbagai pelatihan mutakhir, termasuk di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna memicu inovasi di era yang serba cepat.
Komitmen tinggi dalam mengelola sumber daya manusia ini pun berbuah manis. Bank QNB Indonesia kembali dinobatkan sebagai "HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026" selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus membawa pulang penghargaan perdana mereka dalam ajang "HR Asia People Transformation Awards 2026".
Sebagai penutup agenda rapat, para pemegang saham resmi menyetujui pengunduran diri Khalid Al-Sada dari kursi Komisaris Bank disertai apresiasi mendalam atas dedikasinya selama ini. Guna memperkuat tata kelola korporasi ke depan, rapat resmi mengusulkan Silas Lee sebagai Komisaris baru yang akan aktif bertugas setelah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Silas Lee sendiri membawa bekal pengalaman lebih dari 30 tahun serta rekam jejak yang matang di sektor corporate banking dan investment banking untuk mengawal pertumbuhan bank ke arah yang lebih gemilang.