La Roche-Posay menyebut teknologi Supramolecular dapat membantu meningkatkan penetrasi Salicylic Acid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kombinasi Salicylic Acid dan Niacinamide konvensional, serta sekitar enam kali lipat dibandingkan Salicylic Acid tunggal.
Selain mekanisme temporary bonding, formula Effaclar Supramolecular memiliki struktur berukuran nano-sized. Ukuran tersebut dirancang untuk membantu bahan aktif menjangkau area yang lebih dalam hingga ke pusat produksi minyak atau pilosebaceous unit.
Perpaduan temporary bonding dan struktur nano-sized tersebut disebut menghasilkan mekanisme hyperselective targeting, yakni penargetan yang lebih presisi agar bahan aktif dapat bekerja pada area produksi sebum.
“Dengan teknologi Supramolecular tersebut, La Roche-Posay Effaclar Supramolecular membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama dan memberikan 48 jam Matte Hydration, sehingga produksi minyak berlebih dapat lebih terkontrol dengan hidrasi kulit yang tetap terjaga,” jelas Pandu.
Sebagai pelembap harian, Effaclar Supramolecular juga ditujukan bagi konsumen yang aktif beraktivitas dan kerap tampil di depan kamera, termasuk beauty enthusiast dan Gen Z. Tampilan pori serta kulit yang mengilap dapat menjadi perhatian tersendiri ketika wajah dilihat atau difoto dari jarak dekat.
Bagi pemilik kulit berminyak yang menggunakan makeup, kondisi kulit sebelum aplikasi makeup juga menjadi bagian penting. Dr. Stanley menyarankan agar kebutuhan hidrasi dan kontrol minyak tetap diperhatikan, bukan hanya mengandalkan produk yang memberikan efek matte di permukaan kulit.
“Bagi pemilik kulit berminyak, terutama yang sehari-hari menggunakan makeup, pemilihan pelembab khusus kulit berminyak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kondisi kulit, tidak hanya mengandalkan penggunaan produk mattifying berlebihan yang dapat semakin memperparah tampilan pori dan kulit greasy. Pelembab untuk kulit berminyak membantu mengontrol produksi sebum dan menyamarkan tampilan pori, sekaligus tetap menjaga hidrasi agar kulit terasa nyaman dan menjadi base yang lebih optimal sebelum menggunakan makeup,” ujar Dr. Stanley.
Dengan inovasi tersebut, La Roche-Posay berharap Effaclar Supramolecular dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan harian bagi pemilik kulit berminyak yang ingin menjaga keseimbangan antara kontrol sebum dan hidrasi kulit.
“Kami berharap La Roche-Posay Effaclar Supramolecular dapat membantu lebih banyak konsumen dengan concern pori terlihat besar dan kulit mengkilap untuk siap tampil #PicturePorefect sepanjang hari,” tutup Pandu.
Untuk penggunaan sehari-hari, pelembap pada dasarnya berperan menjaga kelembapan sekaligus membantu mempertahankan skin barrier. Pada kulit berminyak, pemilihan pelembap yang sesuai dapat membantu menjaga keseimbangan antara hidrasi dan kontrol minyak.
Salicylic Acid dan Niacinamide menjadi dua kandungan yang dapat dipertimbangkan dalam pelembap untuk kulit berminyak karena memiliki fungsi yang saling melengkapi. Salicylic Acid membantu mengeksfoliasi kulit, membersihkan pori yang tersumbat, dan mengontrol minyak berlebih, sedangkan Niacinamide membantu menenangkan kulit dan menjaga kenyamanan kulit.
Produksi minyak pada wajah juga dapat berlangsung saat seseorang tidur. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk hormon, usia, jenis kelamin, lingkungan, dan pola tidur. Karena itu, minyak dapat terakumulasi di permukaan kulit sepanjang malam sehingga wajah tampak lebih berminyak ketika bangun.
Pemilik kulit berminyak umumnya dapat memilih pelembap bertekstur ringan yang tetap memberikan hidrasi dan sesuai dengan kebutuhan kulit. Penggunaan pelembap idealnya dilakukan secara rutin pada pagi dan malam hari. Pada pagi hari, pelembap dapat digunakan sebelum sunscreen, sedangkan pada malam hari digunakan sebagai salah satu tahap dalam rutinitas perawatan kulit.