Pori yang terlihat besar dan kulit wajah yang mudah berminyak menjadi dua concern yang kerap dialami pemilik kulit berminyak. Kondisi tersebut tak jarang membuat wajah tampak greasy atau mengilap, sehingga sebagian orang mengandalkan loose powder maupun blotting paper untuk mengurangi kilap yang muncul di permukaan kulit.
Menjawab kebutuhan tersebut, La Roche-Posay memperkenalkan inovasi terbarunya, Effaclar Supramolecular, pelembap harian untuk kulit berminyak yang dilengkapi Patented Supramolecular Technology. Teknologi ini dirancang untuk membantu kandungan Salicylic Acid dan Niacinamide bekerja lebih presisi pada area produksi sebum.
La Roche-Posay Effaclar Supramolecular diklaim memberikan 48 jam Matte Hydration, membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama, sekaligus membantu mengontrol minyak berlebih tanpa mengorbankan hidrasi kulit.
“Selama lebih dari 50 tahun, La Roche-Posay konsisten menghadirkan #LifeChangingSkincare berbasis sains dan kolaborasi erat dengan dermatolog. Maka dari itu, kami memperkenalkan teknologi Supramolecular yang telah dipatenkan dan hanya dimiliki oleh La Roche Posay untuk menjawab kebutuhan konsumen dengan tampilan pori besar dan kulit berminyak. La Roche-Posay Effaclar Supramolecular bekerja lebih presisi pada area produksi sebum untuk mencegah minyak berlebih di wajah dari sumbernya, sekaligus menjaga hidrasi kulit,” ungkap Pandu Brodjonegoro, Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia, dikutip Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan La Roche-Posay, sebanyak 64% masyarakat Indonesia memiliki profil kulit berminyak. Kulit berminyak juga banyak ditemukan pada rentang usia 15–39 tahun. Produksi sebum berlebih sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari hormon, jenis kelamin, etnis, hingga pola tidur.
Ketika produksi sebum tidak dikontrol dengan baik, pori dapat terlihat semakin besar dan wajah tampak lebih mengilap. Menurut Dr. Stanley Setiawan, Sp. D.V.E., FINSDV, FAADV, Indonesia Board Certified Dermatologist, pemahaman mengenai cara kerja pori menjadi salah satu hal penting untuk menjawab masalah tersebut.
“Kunci dari menjawab concern ini ada pada memahami cara kerja pori-pori di kulit, yaitu bukaan kecil pada kulit yang menjadi jalur tumbuhnya rambut halus maupun kelenjar minyak (sebaceous gland). Seringkali, keluhan konsumen dengan oily skin disebabkan oleh produksi sebum berlebih dari dalam kelenjar minyak yang membuat pori menjadi lebih stretched dari bawah permukaan kulit,” tutur Dr. Stanley.
Ia juga menyoroti masih adanya sejumlah miskonsepsi mengenai pori-pori, termasuk anggapan bahwa temperatur air dapat memengaruhi tampilan pori atau pemilik kulit berminyak sebaiknya menghindari penggunaan pelembap.
“Tampilan pori lebih dipengaruhi oleh penggunaan skincare yang dapat menjaga kebersihan pori. Penggunaan pelembab harian, yang mengandung Salicylic Acid dan Niacinamide misalnya, sangat penting untuk menjaga hidrasi kulit juga yang dapat menyeimbangkan produksi minyak berlebih,” lanjut Dr. Stanley.
Dalam Effaclar Supramolecular, Salicylic Acid dan Niacinamide dipadukan melalui teknologi Supramolecular yang telah dipatenkan. Teknologi tersebut menggunakan mekanisme temporary bonding untuk mengikat kedua bahan aktif sehingga dapat bekerja secara sinergis dan optimal.
Salicylic Acid diketahui membantu proses eksfoliasi, membersihkan pori yang tersumbat, serta membantu mengontrol minyak berlebih. Sementara itu, Niacinamide atau Vitamin B3 membantu menenangkan kulit dan menjaga tekstur kulit tetap terasa lebih halus.
Baca Juga: La Roche-Posay Luncurkan Sunscreen Anti Polusi dengan Sensasi Seringan Udara
La Roche-Posay menyebut teknologi Supramolecular dapat membantu meningkatkan penetrasi Salicylic Acid lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kombinasi Salicylic Acid dan Niacinamide konvensional, serta sekitar enam kali lipat dibandingkan Salicylic Acid tunggal.
Selain mekanisme temporary bonding, formula Effaclar Supramolecular memiliki struktur berukuran nano-sized. Ukuran tersebut dirancang untuk membantu bahan aktif menjangkau area yang lebih dalam hingga ke pusat produksi minyak atau pilosebaceous unit.
Perpaduan temporary bonding dan struktur nano-sized tersebut disebut menghasilkan mekanisme hyperselective targeting, yakni penargetan yang lebih presisi agar bahan aktif dapat bekerja pada area produksi sebum.
“Dengan teknologi Supramolecular tersebut, La Roche-Posay Effaclar Supramolecular membantu menyamarkan tampilan pori sejak pemakaian pertama dan memberikan 48 jam Matte Hydration, sehingga produksi minyak berlebih dapat lebih terkontrol dengan hidrasi kulit yang tetap terjaga,” jelas Pandu.
Sebagai pelembap harian, Effaclar Supramolecular juga ditujukan bagi konsumen yang aktif beraktivitas dan kerap tampil di depan kamera, termasuk beauty enthusiast dan Gen Z. Tampilan pori serta kulit yang mengilap dapat menjadi perhatian tersendiri ketika wajah dilihat atau difoto dari jarak dekat.
Bagi pemilik kulit berminyak yang menggunakan makeup, kondisi kulit sebelum aplikasi makeup juga menjadi bagian penting. Dr. Stanley menyarankan agar kebutuhan hidrasi dan kontrol minyak tetap diperhatikan, bukan hanya mengandalkan produk yang memberikan efek matte di permukaan kulit.
“Bagi pemilik kulit berminyak, terutama yang sehari-hari menggunakan makeup, pemilihan pelembab khusus kulit berminyak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kondisi kulit, tidak hanya mengandalkan penggunaan produk mattifying berlebihan yang dapat semakin memperparah tampilan pori dan kulit greasy. Pelembab untuk kulit berminyak membantu mengontrol produksi sebum dan menyamarkan tampilan pori, sekaligus tetap menjaga hidrasi agar kulit terasa nyaman dan menjadi base yang lebih optimal sebelum menggunakan makeup,” ujar Dr. Stanley.
Dengan inovasi tersebut, La Roche-Posay berharap Effaclar Supramolecular dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan harian bagi pemilik kulit berminyak yang ingin menjaga keseimbangan antara kontrol sebum dan hidrasi kulit.
“Kami berharap La Roche-Posay Effaclar Supramolecular dapat membantu lebih banyak konsumen dengan concern pori terlihat besar dan kulit mengkilap untuk siap tampil #PicturePorefect sepanjang hari,” tutup Pandu.
Untuk penggunaan sehari-hari, pelembap pada dasarnya berperan menjaga kelembapan sekaligus membantu mempertahankan skin barrier. Pada kulit berminyak, pemilihan pelembap yang sesuai dapat membantu menjaga keseimbangan antara hidrasi dan kontrol minyak.
Salicylic Acid dan Niacinamide menjadi dua kandungan yang dapat dipertimbangkan dalam pelembap untuk kulit berminyak karena memiliki fungsi yang saling melengkapi. Salicylic Acid membantu mengeksfoliasi kulit, membersihkan pori yang tersumbat, dan mengontrol minyak berlebih, sedangkan Niacinamide membantu menenangkan kulit dan menjaga kenyamanan kulit.
Produksi minyak pada wajah juga dapat berlangsung saat seseorang tidur. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk hormon, usia, jenis kelamin, lingkungan, dan pola tidur. Karena itu, minyak dapat terakumulasi di permukaan kulit sepanjang malam sehingga wajah tampak lebih berminyak ketika bangun.
Pemilik kulit berminyak umumnya dapat memilih pelembap bertekstur ringan yang tetap memberikan hidrasi dan sesuai dengan kebutuhan kulit. Penggunaan pelembap idealnya dilakukan secara rutin pada pagi dan malam hari. Pada pagi hari, pelembap dapat digunakan sebelum sunscreen, sedangkan pada malam hari digunakan sebagai salah satu tahap dalam rutinitas perawatan kulit.