Konglomerat asal Vietnam, Pham Nhat Vuong, menempati posisi sebagai orang terkaya di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data Forbes sebagaimana dikutip di Jakarta, Selasa (7/4/2026), kekayaan Pham Nhat Vuong mencapai US$27,7 miliar atau setara dengan Rp470,7 triliun. Dengan jumlah kekayaan tersebut, Pham Nhat Vuong melampaui kekayaan taipan asal Indonesia, Prajogo Pangestu, yang sebelumnya tercatat sebagai orang terkaya di Asia Tenggara.
Dalam beberapa tahun terakhir daftar orang terkaya di Asia Tenggara sering didominasi oleh konglomerat asal Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Posisi tersebut kerap berganti seiring dengan pergerakan harga komoditas, saham, serta ekspansi bisnis masing-masing perusahaan.
Baca Juga: Deretan Bisnis Milik Putri Mahkota Perusahaan Konglomerat
Peningkatan kekayaan Pham Nhat Vuong tidak terlepas dari kinerja bisnis Vingroup yang merupakan konglomerasi terbesar di Vietnam. Dalam beberapa tahun terakhir Vingroup sukses menorehkan kinerja apik khususnya di sektor properti dan kendaraan listrik.
Diversifikasi portofolio usaha Vingroup juga menjadi salah satu faktor utama peningkatan kinerja bisnis. Grup ini memiliki jangkauan bisnis yang luas dan beragam meliputi sektor properti, pariwisata, kesehatan, teknologi, hingga otomotif.
Vingroup sangat aktif memperluas ekspansi ke sektor kendaraan listrik melalui VinFast, dengan target pasar global. Investasi besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik turut mendorong valuasi perusahaan.
Kinerja bisnis yang apik memberi pengaruh positif terhadap performa saham Vingroup. Data menunjukkan bahwa kenaikan harga saham VIC, kode saham Vingroup, berkontribusi besar terhadap kenaikan kekayaan Pham Nhat Vuong.
Lonjakan kekayaan Pham Nhat Vuong mencerminkan pertumbuhan pesat sektor swasta di negara Vietnam, terutama perusahaan konglomerasi dengan diversifikasi bisnis yang luas dan beragam. Kinerja Vingroup dan entitas anak usaha akan terus menjadi faktor penentu dalam pergerakan kekayaan Vuong ke depan.
Pada tahun 2026 ini Vingroup menargetkan pendapatan sebesar US$17,1 miliar atau meningkat sebesar 36 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2025.