Ia pun lantas mengungkapkan rasa syukur atas proses panjang yang telah dilalui bersama seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan melewati tahapan pengembangan dan praproduksi menjadi modal penting untuk melanjutkan proyek ke tahap berikutnya.
Rendy juga mengapresiasi kolaborasi dengan IKJ, yang dinilainya memiliki talenta-talenta dengan kemampuan dan pengalaman di industri kreatif. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang sebelumnya diwujudkan melalui proyek drama musikal.
Produksi drama musikal tersebut mendapat respons positif dari penonton. Pengalaman itu menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama dalam proyek berikutnya, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan karya yang lebih baik.
“Kami bersyukur karena drama musikal sebelumnya mendapatkan respons positif dari para penonton. Harapannya, bukan hanya kerja sama pertama yang sukses, tetapi kerja sama kedua ini bisa lebih baik lagi,” kata Rendy.
Ia pun berharap, pengalaman dari proyek terdahulu dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produksi film Kembar Tak Sama, baik dari sisi proses kerja, koordinasi tim, maupun hasil akhir yang akan disuguhkan kepada penonton.
Lebih jauh, Rendy menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri komersial memiliki keunikan tersendiri. Kedua pihak datang dari lingkungan dengan karakter, pengalaman, dan pendekatan kerja yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan apabila seluruh pihak memiliki tujuan yang sama.
Melalui film Kembar Tak Sama, Rendy berharap, kolaborasi lintas generasi dan lintas institusi dapat terus berkembang serta melahirkan karya-karya baru di industri perfilman Indonesia.
Baginya, keberhasilan sebuah produksi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesediaan seluruh tim untuk saling mendukung dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Dan, menjelang dimulainya proses produksi, ia pun berpesan agar seluruh kru dan pemain menjaga kesehatan, membangun komunikasi yang baik, serta segera menyelesaikan kendala yang muncul di lapangan.
“Semoga seluruh proses produksi berjalan lancar. Kita juga harus sama-sama menjaga kesehatan dan, kalau ada masalah, bisa langsung diselesaikan bersama,” pungkas Rendy.
Baca Juga: Rektor IKJ: Kolaborasi Pendidikan dan Industri Jadi Kunci Kemajuan Perfilman Indonesia