Dalam pengobatan kanker, precision diagnostic memegang peranan penting untuk memahami profil molekuler kanker secara lebih mendalam sehingga pasien dapat diarahkan pada pilihan terapi yang lebih tepat sasaran, personal, dan berbasis bukti. Demi mencapai tujuan tersebut, kini terdapat teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) yang mampu mengidentifikasi banyak gen sekaligus.

Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai rujukan utama fasilitas kesehatan yang menangani penyakit kanker di Indonesia kini menghadirkan fasilitas NGS, bekerja sama dengan AstraZeneca Indonesia. Kolaborasi ini berfokus pada dalam mendukung penanganan kanker payudara, kanker paru, dan Leukemia Limfositik Kronis atau Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL).

Baca Juga: AstraZeneca Dorong Inovasi Terapi Lupus (SLE) untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

“Sebagai perusahaan biofarmasi berbasis sains, AstraZeneca memiliki komitmen kuat di bidang Onkologi untuk mendukung ambisi mengeliminasi kanker sebagai penyebab utama kematian. Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais dan pemanfaatan teknologi NGS sebagai precision diagnostic tool, kami berharap dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat, personal, dan berbasis bukti, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia,” ujar Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Melalui implementasi NGS sebagai bagian dari layanan diagnostik presisi terpadu, kolaborasi ini diharapkan dapat membantu pasien mendapatkan precision medicine dan terapi inovatif yang sesuai dengan profil penyakitnya. Inisiatif ini mencakup penguatan kapabilitas klinis dan diagnostik, optimalisasi alur kerja pengujian, serta peningkatan proses analisis biomarker genomik dan pelaporan hasil agar menjadi lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi.

“Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan kanker, khususnya melalui penguatan layanan diagnostik presisi. Di tengah tingginya beban kanker payudara dan kanker paru serta kompleksitas karakteristik penyakit yang dihadapi pasien, penguatan kapasitas diagnostik menjadi semakin penting agar dokter memiliki dukungan informasi klinis yang lebih baik dalam menentukan langkah penanganan yang lebih personal,” ungkap dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Implementasi NGS dalam kolaborasi ini mencakup pemeriksaan pada kanker payudara HR+/HER2-, kanker paru jenis Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) adenocarcinoma, serta CLL. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi hingga 45 jenis mutasi gen pada kanker payudara dan kanker paru, serta 23 jenis mutasi gen pada CLL secara efisien.

“Kami percaya bahwa inovasi terapi akan memberikan dampak yang lebih optimal apabila didukung oleh sistem diagnostik yang kuat, seperti NGS. Dengan kemampuan untuk memetakan mutasi dan profil molekuler kanker secara lebih jelas, NGS membantu menerjemahkan kemajuan sains menjadi dasar pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat sehingga pasien dapat diarahkan pada pendekatan terapi inovatif yang sesuai dengan karakteristik penyakitnya,” jelas dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia.

Dengan hasil pemeriksaan yang lebih komprehensif, pasien dapat lebih cepat diarahkan pada pendekatan terapi yang sesuai dengan profil genetiknya, dengan potensi mendukung peningkatan luaran klinis, kualitas hidup, serta harapan hidup pasien kanker. Kolaborasi ini pun diharapkan dapat membantu membangun ekosistem precision oncology yang lebih terintegrasi, dan memperkuat kualitas layanan kesehatan, mendorong pemanfaatan inovasi medis, serta memperluas akses terhadap layanan diagnostik kanker yang lebih mutakhir dan terintegrasi sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan Nasional di Indonesia.