Mendiang Ciputra mengatakan bahwa salah satu alasan dirinya memiliki tekad untuk menjadi pengusaha sukses adalah keinginan untuk mengubah nasib dan keluar dari jerat kemiskinan.
Founder Ciputra Group tersebut mengisahkan bahwa pada usia 12 tahun dirinya harus menyaksikan sang ayah ditangkap oleh tentara pendudukan Jepang hingga kemudian meninggal dunia di dalam tahanan.
"Kenapa saya mempunyai tekad untuk menjadi seorang entrepreneur? Itu dimulai pada waktu ayah saya meninggal. Meninggal dengan cara tidak wajar, ditangkap oleh pemerintah kolonial," tegas Ciputra dilansir pada Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Armand Hartono: Pemimpin Harus Humble, Tak Boleh Jemawa
Peristiwa tersebut berdampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarga dan membuat kehidupan Ciputra berada dalam situasi yang sangat sulit.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Ciputra bertekad untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin dan bekerja keras guna memperbaiki masa depan keluarga.
"Jadi saya merasa pada waktu itu, saya harus bangkit. Saya waktu itu umur 12 tahun, saya harus bangkit. Nah, itu membuat saya tegak, determinasi," tambah Ciputra.
Ia memilih jalur profesi sebagai arsitek dengan menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya merintis karier sebagai seorang pengusaha properti.
Tekad, kerja keras, serta komitmen untuk terus belajar tersebut terbukti mengantarkan Ciputra menjadi salah satu pengusaha ternama di Indonesia.
"Kalau saya jadi Arsitek, saya keluar dari kemiskinan, saya keluar dari penderitaan. Dan saya bisa turut serta membangun negara kita ini" tutupnya.