Di Indonesia, minimarket bukan lagi sekadar tempat berbelanja. Ia telah menjelma menjadi bagian dari ritme hidup masyarakat. Dan di antara banyak jaringan ritel modern, satu nama hadir paling dominan, yakni Indomaret.
Jaringannya yang masif, model bisnisnya yang adaptif, serta kedekatannya dengan konsumen menjadikan Indomaret lebih cocok disebut sebagai institusi ritel nasional, ketimbang sekadar sebuah toko.
Tak berangkat dari pikiran yang rumit, Indomaret justru bermula dari gagasan sederhana. Pada 1988, perusahaan mendirikan sebuah gerai dengan tujuan awal mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari bagi karyawan. Gerai tersebut kemudian diberi nama Indomaret.
Baca Juga: Deretan Konglomerat Berpengaruh di Sektor Ritel
Seiring pengembangan operasional toko, perusahaan tidak berhenti pada fungsi distribusi semata. Indomaret justru terdorong untuk mendalami perilaku dan kebutuhan konsumen. Sejumlah karyawan secara khusus ditugaskan mengamati kebiasaan belanja masyarakat, mulai dari pola kunjungan, jenis produk yang dicari, hingga alasan konsumen memilih suatu tempat berbelanja.
Seperti yang dikutip dari website resmi Indomaret pada Sabtu (24/01/2026), hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih gerai modern karena kelengkapan produk yang berkualitas, harga yang pasti dan bersaing, serta suasana belanja yang nyaman. Temuan ini menjadi pijakan strategis yang membentuk arah Indomaret ke depan.
Visi Pemenuhan Kebutuhan dan Konsep Gerai
Berbekal pemahaman tersebut, Indomaret mulai merumuskan visi yang lebih luas dengan mengabdi lebih jauh bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan milik Salim Group itu membentuk konsep gerai yang berlokasi dekat hunian konsumen, melayani masyarakat yang majemuk, dengan luas toko sekitar 200 meter persegi.
Baca Juga: 24 Jam Bersama Grup Salim
Gerai Indomaret dirancang untuk menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dalam satu tempat yang mudah diakses. Pendekatan ini menjadikan Indomaret tidak sekadar toko, melainkan bagian dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Dengan demikian, kedekatan lokasi dengan konsumen merupakan elemen penting dalam membangun kebiasaan belanja harian dan loyalitas jangka panjang.
Ekspansi Gerai Skala Besar
Pertumbuhan Indomaret kemudian melaju cepat. Gerai dibuka di berbagai kawasan, mulai dari perumahan, perkantoran, pusat niaga, kawasan wisata, hingga apartemen. Bersamaan dengan ekspansi ini, perusahaan memasuki fase mengelola jaringan ritel berskala besar dengan kompleksitas tinggi.
Pengalaman tersebut membentuk kematangan Indomaret dalam mengelola logistik, distribusi, serta standar layanan yang konsisten di berbagai wilayah. Setelah menguasai pengetahuan dan keterampilan tersebut, manajemen berkomitmen menjadikan Indomaret sebagai aset nasional.
Baca Juga: Kerajaan Bisnis Salim Group, dari Perusahaan FMCG Terbesar hingga Kelapa Sawit
Komitmen ini berangkat dari kenyataan bahwa seluruh pemikiran dan pengoperasian perusahaan dijalankan sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia. Seperti yang dikutip dari website resmi Indomaret, visi perusahaan pun berkembang menjadi “aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global”.
Waralaba
Lebih lanjut, model bisnis waralaba menjadi pilar utama dominasi Indomaret. Sebagai pelopor waralaba minimarket di Indonesia, Indomaret berhasil menarik kepercayaan masyarakat luas. Hingga kini, tercatat 5.793 terwaralaba, baik perorangan maupun badan hukum, yang bergabung dalam jaringan Indomaret.
Pengakuan publik ini tidak lepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan, mulai dari sistem operasional yang matang hingga harga produk yang kompetitif. Dengan demikian, Indomaret pun menjadi pilihan utama konsumen, dengan lebih dari 225 juta transaksi belanja setiap bulan.
Baca Juga: Perjuangan Panjang Sudono Salim Dirikan Salim Group
Keberhasilan model ini juga mendapat pengakuan pemerintah melalui penghargaan “Perusahaan Waralaba Unggul 2003”, sebuah pencapaian yang hingga kini belum pernah diraih jaringan minimarket lain.
Dominasi dalam Angka
Hingga saat ini, Indomaret mengoperasikan lebih dari 23.000 gerai, didukung oleh 32+ cabang, serta menyerap sekitar 190.000 karyawan di seluruh Indonesia. Dari sisi pasar, Indomaret bersama pesaing terdekatnya menguasai lebih dari 90 persen pasar minimarket modern, dengan porsi Indomaret sekitar 50 persen lebih berdasarkan jumlah gerai.
Kepadatan jaringan dan kedekatan lokasi dengan konsumen menjadikan Indomaret unggul dalam persaingan harian, terutama dalam memenuhi kebutuhan belanja cepat masyarakat.
Indomaret Group
Di balik gerai minimarket, Indomaret berkembang menjadi kelompok usaha dengan 10 sektor bisnis utama, mencerminkan strategi diversifikasi yang luas.
Sektor tersebut meliputi:
- Retail: Indomaret, Ceriamart, OMI, TMI
- Wholesale: Indogrosir
- E-Commerce: KLIK Indomaret (Belanja dari Rumah)
- Virtual Payment: i.saku, Poinku
- Services: IndoPaket, IndoLaundry
- IT Consultant: AGCI
- Food & Beverage: Point Coffee, Yummy Choice, Yummy Coffee Gold
- Shopping Plaza: BSD Plaza
- Bakery: Mr. Bread, Say Bread, Prime Bread, Mister Donut, Say Burger
- Japanese Restaurant: Wakaba SATO, Osaka Food
Dengan jaringan luas dan fokus kuat pada pelanggan, PT Indomarco Prismatama terus membentuk lanskap ritel Indonesia. Adaptasi teknologi, inovasi format gerai, serta pengembangan layanan menjadi kunci menjaga daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Lebih dari tiga dekade sejak berdiri, Indomaret telah bertransformasi dari gerai kecil untuk karyawan menjadi aset ritel nasional. Kisah dominasinya bukan sekadar soal jumlah gerai, tetapi tentang kemampuan membaca zaman dan bertumbuh bersama masyarakat Indonesia.