Artha Graha Network atau Artha Graha Group merupakan grup bisnis yang dibangun dan dimiliki oleh Tomy Winata. Bernama asli Oe Suat Hong, pebisnis yang lahir pada 23 Juli 1958 ini mengaku hanya lulusan SMP. Menjadi yatim piatu sejak muda, Tomy bekerja apa saja untuk bertahan hidup bahkan sempat menjajal sebagai kuli bangun.
Tahun 1972 disebut sebagai titik balik kehidupan Tomy saat mulai membangun bisnis yang bekerja sama dengan pihak militer Indonesia. Bisnisnya makin berkembang usai mengakuisisi Bank Propelat yang hampir bangkrut di tahun 1986. Bank ini kemudian berkembang menjadi Bank Artha Graha. Setelahnya, Tomy mulai merambah sektor lain, termasuk properti.
Baca Juga: Kisah Tomy Winata Bangun Artha Graha, Wujudkan Mimpi Lewat Konservasi
Di Jakarta, sejumlah bangunan ikonik-prestisius menjadi saksi bisu kesuksesan Tomy Winata. Sebut saja, SCBD (Sudirman Central Business District), kawasan pusat bisnis dan komersial terpadu seluas 45 hektare di Jakarta Selatan ini dikelola oleh salah satu anak usaha Artha Graha Group, yakni PT Danayasa Arthatama. Perusahaan ini merupakan bagian dari PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD).
Tidak hanya SCBD, berikut deretan bisnis yang dimiliki Artha Graha Group, sebagaimana dikutip dari laman resminya;
Telekomunikasi
- PT Artha Telekomindo (Arthatel): penyedia layanan dan solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terkemuka yang berbasis di zona bisnis Sudirman Central Business District (SCBD);
- PT Danapati Abinaya Investama (JAKTV): stasiun televisi swasta lokal di Indonesia secara terestrial yang memfokuskan siarannya di wilayah DKI Jakarta, mencakup daerah Jabodetabek. Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, pada 8 Oktober 2005;
- Indo Artha Teknologi (IAT): perusahaan IT Solution yang didirikan di Jakarta pada tahun 2018 yangnfokus pada pengembangan layanan Network Operation Center, Data Center, System and DevOps, Database Administrator, Cloud solution, dan solusi IT lainnya;
- KelasKita: Platform Edukasi Online & Konten Kreatif.
Finansial
- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Bank Artha Graha): sebelumnya bernama PT Inter-Pacific Financial Corporation yang berdiri sejak September 1973 dan resmi berganti nama sejak 16 Agustus 2005;
- PT Arthagraha General Insurance: penyedia asuransi yang berdiri sejak tahun 1995;
- PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat (KlikUMKM): perusahaan yang bergerak di bidang layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi.
Industrial
- PT Sumber Agro Semesta (SAS): produsen pangan yang berfokus pada rantai nilai produk pangan sehat;
- PT Multiagro Pangan Lestari: perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dengan total lahan sekitar 500 hektare di Jonggol, Jawa Barat dengan bisnis utamanya adalah peternakan;
- PT Harmoni Nirwana Lestari: bergerak di bidang pengelolaan perkebunan Teh Takokak yang sudah ada sejak tahun 1906 dan pengolahan produk teh Takokak Win’s Tea yang berlokasi di Desa Bungbangsari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan luas area total 420 Ha;
- PT Danatel Pratama: penyedia solusi sistem keamanan yang didirikan pada 17 Desember 1991 dengan nama awal PT Pakar Graha;
- Kawasan Industri Artha Industrial Hill (AIH): terletak di Karawang Barat, Jawa Barat, Indonesia;
- Kiara Artha Park: disebut juga Taman Asia Afrika yang berlokasi di pusat Kota Bandung dengan mencakup luas 12,9 hektare.
Properti
1. PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD)
Berdiri sejak November 1969, JIHD memulai bisnis komersialnya pada Maret 1974 dengan mendirikan Hotel Borobudur Inter-Continental (sekarang Hotel Borobudur Jakarta). Perusahaan ini mencatatkan diri di BEI sejak tahun 1984 dan kini menaungi empat (4) anak usaha, yakni:
- PT Danayasa Arthatama Tbk;
- PT Dharma Harapan Raya;
- PT Jakarta International Hotels Management;
- PT Panduneka Sejahtera.
Baca Juga: Pascabencana di Aceh Tamiang, Artha Graha Peduli Bersihkan Sejumlah Fasilitas Publik
2. PT First Jakarta International
PT First Jakarta International merupakan pemilik gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dua menara kembar masing-masing 32 lantai yang telah beroperasi komersial sejak 1995. Artha Graha Group lewat JIHD memiliki andil dalam PT First Jakarta International.
3. PT Buanagraha Arthaprima
PT Buanagraha Arthaprima merupakan perusahaan manajemen gedung yang didirikan pada tahun 1993 di Jakarta. Perusahaan ini mengelola Gedung Artha Graha.
Ekonomi Kreatif
- PT Creative Event Entertainment (CEE): awalnya bernama EC Entertainment dan berdiri sejak tahun 2002. Perusahaan ini bertransformasi menjadi CEE pada tahun 2022.
Ritel
- PT Electronic City Indonesia Tbk
PT Electronic City Indonesia Tbk merupakan perusahaan ritel produk elektronik modern di Indonesia yang didirikan pada tahun 2001. Electronic City resmi menjadi perusahaan terbuka pada 3 Juli 2013. Hingga Desember 2021, Electronic City telah mengoperasikan 62 toko di beberapa kota besar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi.
Perusahaan ini memiliki sejumlah anak usaha sebagai berikut:
- PT Elang Cakrawala Inti (perdagangan besar);
- PT Griya Pusaka Propertindo (properti);
- PT Grooceries City Indonesia (perdagangan kecil);
- PT Kirana Cipta Propertindo (properti).
Jasa
- PT Bakti Artha Reksa Sejahtera: perusahaan keamanan yang didirikan pada 25 Juni 1998 dan disahkan menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) pada tanggal 19 Februari 2018.
Sosial dan Kemanusiaan
- Artha Graha Peduli (AGP)
Di luar bisnisnya, Tomy Winata juga mendirikan Artha Graha Peduli (AGP) sebagai yayasan nonprofit. Yayasan ini aktif menjalankan berbagai program kemanusiaan, program sosial, kecukupan pangan, dan program konservasi lingkungan di seluruh Indonesia dan luar negeri.
AGP juga mengelola Tambling Wildlife Nature Conservation atau TWNC, kawasan konservasi yang mencakup 48.153 hektare hutan sebagai bagian dari 365.000 hektare Taman Nasional Bukit Barisan Selatan atau SBBNP dan sekitar 14.089 hektare kawasan konservasi laut. TWNC terletak di ujung selatan Pulau Sumatera; merupakan area yang sangat terpencil sehingga ideal untuk perlindungan satwa liar.