Properti
1. PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD)
Berdiri sejak November 1969, JIHD memulai bisnis komersialnya pada Maret 1974 dengan mendirikan Hotel Borobudur Inter-Continental (sekarang Hotel Borobudur Jakarta). Perusahaan ini mencatatkan diri di BEI sejak tahun 1984 dan kini menaungi empat (4) anak usaha, yakni:
- PT Danayasa Arthatama Tbk;
- PT Dharma Harapan Raya;
- PT Jakarta International Hotels Management;
- PT Panduneka Sejahtera.
Baca Juga: Pascabencana di Aceh Tamiang, Artha Graha Peduli Bersihkan Sejumlah Fasilitas Publik
2. PT First Jakarta International
PT First Jakarta International merupakan pemilik gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dua menara kembar masing-masing 32 lantai yang telah beroperasi komersial sejak 1995. Artha Graha Group lewat JIHD memiliki andil dalam PT First Jakarta International.
3. PT Buanagraha Arthaprima
PT Buanagraha Arthaprima merupakan perusahaan manajemen gedung yang didirikan pada tahun 1993 di Jakarta. Perusahaan ini mengelola Gedung Artha Graha.
Ekonomi Kreatif
- PT Creative Event Entertainment (CEE): awalnya bernama EC Entertainment dan berdiri sejak tahun 2002. Perusahaan ini bertransformasi menjadi CEE pada tahun 2022.
Ritel
- PT Electronic City Indonesia Tbk
PT Electronic City Indonesia Tbk merupakan perusahaan ritel produk elektronik modern di Indonesia yang didirikan pada tahun 2001. Electronic City resmi menjadi perusahaan terbuka pada 3 Juli 2013. Hingga Desember 2021, Electronic City telah mengoperasikan 62 toko di beberapa kota besar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi.
Perusahaan ini memiliki sejumlah anak usaha sebagai berikut:
- PT Elang Cakrawala Inti (perdagangan besar);
- PT Griya Pusaka Propertindo (properti);
- PT Grooceries City Indonesia (perdagangan kecil);
- PT Kirana Cipta Propertindo (properti).
Jasa
- PT Bakti Artha Reksa Sejahtera: perusahaan keamanan yang didirikan pada 25 Juni 1998 dan disahkan menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) pada tanggal 19 Februari 2018.
Sosial dan Kemanusiaan
- Artha Graha Peduli (AGP)
Di luar bisnisnya, Tomy Winata juga mendirikan Artha Graha Peduli (AGP) sebagai yayasan nonprofit. Yayasan ini aktif menjalankan berbagai program kemanusiaan, program sosial, kecukupan pangan, dan program konservasi lingkungan di seluruh Indonesia dan luar negeri.
AGP juga mengelola Tambling Wildlife Nature Conservation atau TWNC, kawasan konservasi yang mencakup 48.153 hektare hutan sebagai bagian dari 365.000 hektare Taman Nasional Bukit Barisan Selatan atau SBBNP dan sekitar 14.089 hektare kawasan konservasi laut. TWNC terletak di ujung selatan Pulau Sumatera; merupakan area yang sangat terpencil sehingga ideal untuk perlindungan satwa liar.