Managing Partner Inventure, Yuswohady, mengatakan bahwa salah satu alasan Warung Madura semakin populer di Indonesia karena terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir khususnya sejak pandemi Covid-19.
Yuswohady menjelaskan, terjadi pergeseran preferensi konsumen dari pembelian produk dalam kemasan besar menuju kemasan yang lebih kecil dan ekonomis. Ia menjelaskan, pergeseran perilaku konsumen tersebut sebagai fenomena small-pack economy yakni kondisi ketika konsumen lebih memilih membeli barang kebutuhan sehari-hari dalam ukuran kecil agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
"Kenapa Warung Madura menjadi sangat populer? Karena konsumen cenderung mencari kemasan lebih kecil sehingga harga lebih murah dan cash flow terjaga," katanya kepada Olenka di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga: Daftar Buku Karya Yuswohady, Pakar Pemasaran Indonesia
Pakar marketing ini menjelaskan, pergeseran pola tersebut mencerminkan strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Saat ini cukup banyak sentimen negatif terkait ekonomi seperti daya beli turun, kelas menengah rontok, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
Sebenarnya fenomena small-pack economy sudah mulai terasa sejak era pandemi Covid-19. Kala itu terjadi resesi ekonomi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan rumah tangga semakin selektif dalam melakukan konsumsi guna menjaga kondisi keuangan.
"Keluarga Indonesia itu dalam spending semakin selektif. Saya bilang cashflow is king," tegasnya.
Yuswo menyebutkan, Warung Madura menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan konsumen rumah tangga dalam menjaga cashflow. Warung Madura bisa mengakomodasi kebutuhan konsumen untuk membeli produk dalam kemasan lebih kecil, harga lebih terjangkau, dan jarak lebih dekat.
Ia mencontohkan, ibu rumah tangga bisa membeli produk minyak goreng atau beras dengan kemasan lebih kecil sesuai dengan kebutuhan dan kondisi cashflow masing-masing pihak. Ia membandingkan dengan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret yang tidak memiliki fleksibilitas seperti Warung Madura karena ukuran kemasan lebih tetap.
"Karena Warung Madura itu membeli minyak goreng berapa liter, setengah liter, empat liter bisa. Kalau di Indomaret atau Alfamart tidak bisa karena ukuran kemasan tetap," pungkasnya.