Michelle mengungkapkan bahwa usmile mencatat lonjakan penjualan hingga 182% selama Ramadan 2026. Tren positif tersebut berlanjut pada April 2026 dengan pertumbuhan sebesar 20%, sementara produk Optical White berhasil menjadi salah satu produk oral care terlaris di TikTok Shop pada minggu kedua Juni 2026.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis tersebut terjadi di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan. Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan terhadap pasar modal telah memengaruhi daya beli masyarakat.

Situasi ini juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penyusutan jumlah kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir.

Melihat kondisi tersebut, usmile tidak hanya berfokus pada inovasi produk kesehatan gigi, tetapi juga membuka peluang kemitraan melalui program affiliate marketing.

Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat usia produktif memperoleh sumber pendapatan tambahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Menurut Michelle, perubahan kondisi ekonomi juga memengaruhi cara konsumen mengambil keputusan belanja.

Ia melihat, munculnya fenomena yang dikenal sebagai Lipstick Effect, ketika masyarakat menunda pembelian besar tetapi tetap bersedia berinvestasi pada produk yang dianggap mampu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

"Hal ini membuktikan pergeseran perilaku konsumen yang kini memandang senyum sehat sebagai aset estetika utama, mempertegas bahwa oral care is the new part of beauty & care," pungkas Michelle.

Baca Juga: Dari Insecure Jadi Percaya Diri, Inovasi Pasta Gigi Ungu usmile Jadi Sorotan