Mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein secara berlebihan sering kali menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan. Kamu mungkin pernah merasakan gejala seperti serangan kecemasan, jantung berdebar kencang, tekanan darah naik, gemetaran, hingga perut mual.

Secara medis, kafein diserap oleh lambung dan usus halus dalam waktu 45–60 menit, lalu mencapai puncaknya di dalam darah sekitar 15 menit hingga 2 jam. 

Rata-rata tubuh membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk membuang separuh kadar kafein dari dalam darah, meski efeknya bisa bertahan antara 2,5 hingga 15 jam tergantung usia, berat badan, kondisi hati, hingga status kehamilan.

Meskipun tidak ada penawar instan untuk langsung menghapus kafein dari tubuh, kamu bisa melakukan langkah-langkah praktis untuk meredakan gejalanya dengan cepat, seperti dilansir Olenka dari laman Health, Sabtu (22/8/2026).

1. Lakukan Latihan Napas Dalam (Deep Breathing)

Latihan napas dalam membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang memberi sinyal pada tubuh untuk beristirahat dan mencerna. Hal ini efektif menenangkan tubuh, menurunkan kadar kecemasan, serta memperlambat detak jantung yang berdebar.

2. Penuhi Asupan Air Putih (Hydrate)

Kafein bersifat diuretik yang memicu peningkatatan buang air kecil sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi. Minum air putih yang cukup membantu menghidrasi kembali tubuhmu serta mengurangi pusing dan sensasi jantung berdebar.

Baca Juga: 6 Minuman Pagi yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Ginjal, Bukan Cuma Air Putih

3. Konsumsi Camilan Berisi Nutrisi Kompleks

Makanan membantu memperlambat penyerapan kafein ke dalam aliran darah. Pilihlah camilan yang mengandung kombinasi protein, lemak sehat, dan serat untuk menstabilkan kadar gula darah dan meredakan rasa gelisah.

4. Pilih Makanan Kaya Magnesium dan Kalium

Mineral magnesium dan kalium membantu menenangkan sistem saraf serta mengendurkan otot-otot yang tegang. Kalium secara khusus juga membantu mengatur irama detak jantung. Kamu bisa mengonsumsi pisang, alpukat, bayam, atau beras merah.

5. Lakukan Olahraga Ringan

Jalan santai atau peregangan ringan membantu meningkatkan sirkulasi darah agar tubuh dapat memproses kafein secara lebih efisien, sekaligus mengurai rasa cemas.

6. Hindari Stimulan Lainnya

Jangan menambah beban kerja sistem sarafmu. Hindari produk berkafein lain (seperti cokelat atau soda), nikotin/rokok, serta obat-obatan tertentu yang bersifat stimulan.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Kelebihan Kafein

  • Jangan Panik: Stres justru akan memperparah detak jantung kencang dan tekanan darah tinggi.
  • Jangan Sengaja Memuntahkan Makanan: Memuntahkan isi perut tidak akan menghapus kafein yang sudah terserap ke darah, melainkan justru memperparah dehidrasi.
  • Hindari Makanan Tinggi Gula: Makanan/minuman manis memicu lonjakan gula darah yang membuat tubuh makin gemetaran dan gelisah.
  • Hindari Olahraga Berat: Latihan fisik berintensitas tinggi justru akan menaikkan detak jantung dan kecemasan ke tingkat yang berbahaya.
  • Hindari Mengonsumsi Depresan (Seperti Alkohol): Menggabungkan stimulan dan depresan sangat berbahaya bagi fungsi otak dan jantung.

Mengetahui batas toleransi kafein harian sangat penting agar tubuhmu tetap nyaman dan berenergi tanpa harus mengalami efek samping gerd atau gemetaran. 

Sebagian besar gejala kelebihan kafein dapat membaik secara mandiri seiring berjalannya waktu dengan istirahat dan hidrasi yang cukup. Namun, perlu diwaspadai bahwa konsumsi kafein dalam dosis sangat tinggi dapat memicu caffeine toxicity (overdosis kafein) yang berisiko komplikasi serius. 

Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami gejala berat seperti sesak napas, kejang, mual-muntah hebat, halusinasi, atau detak jantung sangat tidak teratur, sangat disarankan untuk tidak menundanya dan segera mencari pertolongan medis darurat di fasilitas kesehatan terdekat.