Presiden Prabowo Subianto mengatakan  dirinya tak bakal segan-segan menyeret kader Partai Gerindra yang ia pimpimpin jika mereka berani main seorang dan merugikan negara. Mereka yang bermasalah bakal  diseret ke meja hukum tanpa pandang bulu.  

“Kalau ada kader Gerindra yang brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam. Tidak ada itu. Kita semua bergerak,” tegas Prabowo dalam dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor, Jawa Barat dilansir Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Sentilan Pedas Prabowo: Mereka Berbicara HAM, tapi Bungkam Saat Ada Pembantaian!

Rakornas ini dihadiri kepala daerah dari seluruh Indonesia, mulai dari gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, hingga wali kota dan wakil wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh dibedakan berdasarkan afiliasi politik.

Menurutnya, kepentingan bangsa dan negara harus berada di atas kepentingan kelompok maupun partai.

Ia juga mengingatkan pentingnya persatuan nasional setelah seluruh tahapan pemilu selesai.

Perbedaan pilihan politik, kata Prabowo, merupakan hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berlanjut menjadi perpecahan.

“Persaingan itu biasa. Pemilihan memang harus ada. Dua calon, tiga calon, lima calon, tidak masalah. Itu bagus. Tapi begitu selesai, sudahlah, kita bekerja,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Benarkah Prabowo Gelar Pertemuan dengan Tokoh Oposisi dan Petinggi Parpol?

Prabowo  mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk fokus bekerja dan berkolaborasi demi kepentingan rakyat.

“Yang saya tawarkan adalah satu: ayo bekerja untuk rakyat,” tandasnya.