Gugatan Ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilayangkan Pakar hukum tata negara Denny Indrayana ke Mahkamah Konstitusi (MK) sukses membetot perhatian publik. 

Gugatan yang didaftarkan pada pertengahan pekan lalu itu merupakan tindak lanjut dari sayembara yang digelar Denny sejak 9 Agustus 2026 lalu. 

Sayembara itu menjanjikan hadiah miliaran rupiah bagi siapa pun yang bisa menunjukan ijazah SMA/SLTA atau sederajat milik Gibran yang dipakai untuk mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu, namun hingga tenggat waktu yang ditentukan tak ada satu orang pun yang mampu menunjukkan dokumen pendidikan itu, Denny akhirnya menggugat ke MK.  

Baca Juga: Gibran Ogah Respons Gugatan Denny Indrayana, Dino Patti Djalal: Bela Integritasnya Saja Nggak Berani, Gimana Mau Bela NKRI?

Gugatan Denny tidak hanya memancing komentar dari para tokoh atau politisi terkenal, di media sosial banyak masyarakat awam ikut mengomentari langkah hukum itu, banyak yang mendukung tetapi tidak sedikit pula yang justru menyindir langkah Denny.

Salah satu komentar pedas datang datang dari pengguna X atas nama  @Franken_blu*** dia menilai Denny terlampau sibuk mengurusi keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), akun tersebut bahkan mengatakan apabila gugatan kali ini ditolak MK, Denny masih punya opsi lain untuk mengusik keluarga Jokowi dengan menggugat ijazah TK dan SD milik putra Gibran Jan Ethes. 

"Target @dennyindrayana berikutnya jika gugatan ditolak MK. Ijazah TK dan SD Jan Ethes," tulis @Franken_blu*** dilansir Senin (14/9/2026).

Pernyataan menohok warganet ini  politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka dengan sindiran yang tak kalah pedas, dia mengatakan seluruh masyarakat seharusnya mendukung langkah Denny mengusik keluarga Jokowi, seba semakin diusik nama besar keluarga Jokowi justru semakin bersinar. 

"Kita dukung beliau untuk menggugat semua ijasah keluarga Jokowi, biar dia lupa kalau semakin digugat malah semakin berkibar," ujar Dedy. 

Berbeda dengan komentar para warganet, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal justru menantang Gibran agar segera angkat bicara merespons gugatan yang dilayangkan Pakar hukum tata negara Denny Indrayana. 

Denny melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi atas prosedur pencalonan Gibran pada Pilpre 2024 lalu, Gibran diduga cacat prosedural lantaran diduga kuat tak punya ijazah SMA/SLTA atau setara. 

"Logikanya sederhana: Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang? We expect more from our leaders. Bagi yang sayang pada Gibran, silahkan, tapi anda sebaiknya lebih sayang pada Indonesia. Something to think about," kata Dino.

Menurut Dino, Gugatan Denny Indrayana ke MK seharusnya dilihat sebagai kesempatan unjuk gigi, Gibran kata dia seharusnya memanfaatkan kesempatan itu untuk membuktikan dirinya, bukan sebaliknya diam seolah-olah tak tahu ada adanya gugatan tersebut. 

"Bahkan menurut saya, ini kesempatan bagi Gibran untuk membuktikan kualitasnya sebagai politisi/pemimpin, dan bagi rakyat untuk menilainya sendiri," tegasnya. 

Baca Juga: Jangan Terlalu Ngarep! Mas Gibran Nggak Bakal Dilirik Prabowo Buat Pilpres 2029

Lebih lanjut, Dino mengatakan, perkara hukum yang membelit Gibran sekarang ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh para penegak hukum, jangan sampai gugatan yang dilayangkan terbengkalai tanpa tindak lanjut yang jelas. 

"Negara ini milik kita semua, dan kedaulatan berada di rakyat, bukan pihak manapun. Hukum dan peraturan yang berlaku bagi semua WNI juga berlaku bagi Gibran," pungkas Dino.