Bulan Ramadan identik dengan perubahan pola hidup yang cukup signifikan. Umat Muslim menjalani puasa lebih dari 12 jam setiap hari, menahan lapar dan haus sejak fajar hingga matahari terbenam. Perubahan waktu makan, asupan cairan yang terbatas, hingga pola tidur yang bergeser karena sahur dan ibadah malam dapat memengaruhi kondisi tubuh jika tidak dikelola dengan baik.
Tanpa persiapan yang tepat, tubuh bisa lebih mudah lelah, dehidrasi, atau mengalami gangguan konsentrasi. Karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi, istirahat, dan aktivitas fisik menjadi kunci agar ibadah tetap lancar dan aktivitas harian tidak terganggu.
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan agar tubuh tetap sehat dan bugar selama Ramadan, dikutip Olenka dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (15/2/2026).
1. Perhatikan Kualitas Menu Sahur
Sahur itu penting sebagai “bekal energi” sepanjang hari. Pilih makanan yang kaya serat seperti sayur, buah, dan sumber karbohidrat kompleks agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
Hindari makanan yang terlalu berminyak atau berlemak tinggi karena dapat memicu rasa kantuk dan membuat tubuh terasa lebih berat saat beraktivitas.
Baca Juga: Tips Jitu Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini
2. Berbuka Puasa Secara Bertahap
Saat waktu berbuka tiba, hindari langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.
Awali dengan air putih untuk mengganti cairan tubuh, kemudian konsumsi makanan manis secukupnya sebagai sumber energi cepat. Setelah itu, beri jeda sebelum menyantap makanan utama agar sistem pencernaan dapat menyesuaikan diri.
3. Kendalikan Porsi Makan Malam
Makan berlebihan di malam hari berpotensi meningkatkan berat badan dan mengganggu metabolisme. Batasi konsumsi makanan tinggi gula, kafein, atau minuman bersoda karena dapat memicu gangguan tidur serta penumpukan lemak. Pilih menu yang seimbang agar tubuh tetap ringan dan nyaman.
4. Tetap Aktif Bergerak
Puasa bukan alasan untuk sepenuhnya menghentikan aktivitas fisik. Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan selama minimal 30 menit dapat membantu menjaga kebugaran dan memperlancar sirkulasi darah. Waktu terbaik biasanya menjelang berbuka atau setelah tarawih, ketika energi mulai pulih.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Restoran Keluarga di Jakarta Selatan untuk Buka Puasa Bersama
5. Atur Pola Istirahat
Perubahan jadwal tidur selama Ramadan perlu disiasati dengan manajemen waktu yang baik. Usahakan tidak tidur terlalu larut untuk hal yang tidak mendesak, sehingga tubuh tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum bangun sahur. Kualitas tidur yang terjaga akan membantu tubuh tetap fokus dan bertenaga.
Menjalani Ramadan dengan kondisi tubuh yang sehat bukan hanya mendukung kelancaran ibadah, tetapi juga menjaga produktivitas sehari-hari. Dengan pola makan yang terkontrol, istirahat cukup, dan aktivitas fisik yang seimbang, bulan puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman, bugar, dan penuh makna.