Seniman sekaligus penyanyi senior Jamal Mirdad menggunakan musik untuk menyampaikan pesan sosial. Ia meluncurkan lagu berjudul “Nasi Hangat” sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Lewat lagu tersebut, Jamal ingin mengangkat pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, terutama bagi anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa.

Menurut Jamal, makanan tidak sekadar berkaitan dengan kebutuhan untuk mengenyangkan perut. Di baliknya terdapat persoalan kesehatan, kepedulian terhadap sesama, hingga harapan terhadap kualitas generasi Indonesia di masa depan.

“Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan bahwa makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga tentang kepedulian, kesehatan, dan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Jamal dalam keterangan, Senin (05/10/2026).

Baca Juga: Perbedaan Pandangan Prabowo-Gibran Soal MBG Mulai Kelihatan, Beneran Bakal Pecah Kongsi?

Ia menilai Program MBG merupakan langkah yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, Jamal berharap pesan tersebut dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat melalui musik.

“Saya melihat Program Makan Bergizi Gratis sebagai program yang baik dan tepat untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Semoga lagu ini bisa ikut menyebarkan semangat positif dan mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama,” katanya.

Bagi Jamal, musik memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan sosial secara sederhana dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Karena itu, “Nasi Hangat” tidak hanya diposisikan sebagai karya musik, tetapi juga sebagai medium untuk mengajak masyarakat melihat isu pemenuhan gizi dari sisi kepedulian sosial.

Selain meluncurkan lagu “Nasi Hangat”, Jamal juga menginisiasi Pekerja Seni Kreatif Indonesia Raya (PASKARA), wadah yang dirancang untuk menghimpun pekerja seni dan pelaku industri kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

PASKARA dirancang sebagai organisasi sayap di bidang seni dan industri kreatif yang berafiliasi dengan Partai Gerindra. Wadah ini menyasar berbagai profesi, mulai dari seniman, musisi, pekerja film, pelaku pertunjukan, kreator konten hingga pekerja di bidang kreatif lainnya.

Melalui PASKARA, Jamal ingin membuka ruang bagi para pekerja seni dan kreatif untuk mengembangkan kapasitas, memperluas jaringan, serta menciptakan kolaborasi.

Menurutnya, seni dan kreativitas tidak hanya memiliki fungsi sebagai hiburan. Keduanya juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan, membangun kepedulian sosial, sekaligus menjadi jembatan komunikasi di tengah masyarakat.

Peluncuran “Nasi Hangat” dan pembentukan PASKARA pun membawa semangat yang sama, yakni menempatkan seni dan kreativitas sebagai medium untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Jika melalui musik Jamal menyuarakan dukungan terhadap upaya peningkatan gizi masyarakat, melalui PASKARA ia ingin mendorong pekerja seni dan industri kreatif untuk lebih aktif mengambil bagian dalam kegiatan sosial, kebudayaan, hingga pengembangan industri kreatif nasional.

Ke depan, PASKARA diharapkan dapat berkembang menjadi wadah kolaborasi bagi pekerja seni dan kreatif Indonesia untuk melahirkan karya, gagasan, serta kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.