Pandangan serupa juga disampaikan oleh Dr. Andrei Fedorov.
Ia menyoroti fleksibilitas kombinasi energi Monopolar RF dan Ultrasound dalam menangani berbagai tanda penuaan, mulai dari skin laxity hingga pembentukan kontur wajah yang lebih tegas.
Sementara itu, Dr. Scott Allison secara khusus membahas kemampuan Ultraformer MPT dalam memberikan efek lifting yang presisi sesuai kebutuhan setiap area perawatan.
“Pasien kini semakin memilih perawatan yang mampu memberikan hasil lifting yang presisi dan terlihat natural,” ujar Dr. Scott Allison.
Selain memberikan perubahan yang terlihat signifikan, para pembicara juga menilai keunggulan utama Volformer terletak pada hasil yang muncul secara bertahap.
Pendekatan ini dinilai mampu mempertahankan ekspresi dan karakter alami wajah pasien sehingga hasil akhir terlihat lebih harmonis dan tidak berlebihan.
Tak hanya menghadirkan sesi presentasi ilmiah, Volformer Symposium Indonesia 2026 juga menyelenggarakan workshop interaktif yang membahas teknik aplikasi serta strategi kombinasi treatment secara langsung kepada para peserta.
Dengan pendekatan yang mengutamakan hasil natural, minim downtime, dan kenyamanan pasien, Volformer kini semakin dikenal sebagai salah satu inovasi perawatan estetika modern yang menjawab kebutuhan tren kecantikan masa kini.
Baca Juga: TÜV Rheinland Medika Indonesia Hadirkan Klinik Berstandar Internasional di Jakarta