Perkembangan dunia estetika kini semakin mengarah pada perawatan yang mampu memberikan hasil natural, efektif, dan minim downtime.
Tidak lagi sekadar mengejar perubahan instan, pasien kini cenderung memilih treatment yang tetap mempertahankan karakter alami wajah dengan proses pemulihan yang lebih nyaman.
Tren tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam Volformer Symposium Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta.
Dalam symposium ini, para ahli estetika internasional membahas konsep Volformer, sebuah pendekatan kombinasi treatment yang menggabungkan teknologi Volnewmer dan Ultraformer MPT untuk skin tightening, lifting, hingga rejuvenation kulit.
Konsep Volformer memadukan teknologi Monopolar Radio Frequency (RF) dan Ultrasound untuk menghasilkan perawatan yang lebih optimal dibanding penggunaan satu teknologi secara terpisah.
Volnewmer bekerja meningkatkan elastisitas dan kualitas kulit melalui stimulasi kolagen, sementara Ultraformer MPT menargetkan lapisan kulit yang lebih dalam untuk menciptakan efek lifting dan contouring yang lebih presisi.
Dokter estetika internasional, Dr. Dzhemma Oganesian, menjelaskan bahwa pendekatan kombinasi ini semakin diminati karena mampu memberikan hasil yang natural dengan waktu pemulihan yang minimal.
“Pendekatan Volformer memungkinkan kami mencapai hasil yang tampak natural dengan downtime minimal, serta memberikan peningkatan kualitas kulit yang terlihat nyata dan tahan lama,” ungkapnya.
Menurutnya, kombinasi teknologi dalam konsep Volformer tidak hanya berfokus pada efek lifting semata, tetapi juga meningkatkan kualitas kulit secara menyeluruh dengan hasil yang terlihat nyata dan tahan lama.
Baca Juga: Lift & Contour Jadi Tren, Ini Rahasia Wajah Kencang dan Terdefinisi Tanpa Operasi