PT PLN (Persero) resmi melakukan penyegaran jajaran direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026. Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah penambahan posisi Wakil Direktur Utama dalam struktur manajemen perusahaan.
Dalam susunan terbaru, Darmawan Prasodjo tetap dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PLN. Sementara itu, posisi Wakil Direktur Utama yang baru dibentuk diisi oleh Yusuf Didi Setiarto.
Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung transformasi bisnis PLN di tengah tantangan transisi energi dan modernisasi sistem kelistrikan nasional.
Baca Juga: PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Terbaru
Susunan Direksi PLN Terbaru
Berikut susunan Direksi PLN hasil RUPS 2026:
- Direktur Utama: Darmawan Prasodjo
- Wakil Direktur Utama: Yusuf Didi Setiarto
- Direktur Legal dan Manajemen Human Capital: Nurlely Aman
- Direktur Keuangan: Sulistyo Biantoro
- Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis: Rakhmad Dewanto Haris J.
- Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan: Suroso Isnandar
- Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan: Edwin Nugraha Putra
- Direktur Retail dan Niaga: M. Fahrur Rozy
- Direktur Manajemen Risiko: Denny Triyanto
- Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem: Daniel Karmel Fernando Tampubolon
- Direktur Manajemen Pembangkitan: Rizal Calvary Marimbo
- Direktur Distribusi: Arsyadany G. Akmalaputri
Penambahan posisi Wakil Direktur Utama dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi di level manajemen serta mempercepat pelaksanaan berbagai program transformasi perusahaan.
Selain itu, struktur baru PLN juga menunjukkan penguatan pada bidang teknologi, engineering, keberlanjutan (sustainability), energi baru terbarukan, serta manajemen risiko. Fokus tersebut sejalan dengan upaya PLN mendukung transisi energi nasional dan target pengurangan emisi karbon.
Baca Juga: Kolaborasi Strategis, TNI Ikut Kawal Pembangunan PSN Ketenagalistrikan PLN di Bekasi
RUPS juga sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai pergantian pucuk pimpinan perusahaan. Pemegang saham memutuskan mempertahankan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama, sehingga perubahan yang dilakukan lebih difokuskan pada penguatan organisasi dan peningkatan efektivitas pengelolaan perusahaan.
Di tengah perubahan manajemen tersebut, PLN juga menghadapi tantangan kinerja keuangan. Berdasarkan laporan Tahun Buku 2025, laba bersih PLN tercatat sebesar Rp7,26 triliun atau turun sekitar 65,8 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp21,23 triliun.
Dengan susunan direksi terbaru, PLN diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan sekaligus mempercepat transformasi sektor kelistrikan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan transisi menuju energi yang lebih bersih.