Dalam dunia kecantikan, detail sekecil bulu mata pun kini mendapat perhatian khusus. Tak sekadar pelengkap riasan, bulu mata yang lentik dan terdefinisi mampu memberi efek besar pada tampilan mata—terutama bagi perempuan yang ingin terlihat segar tanpa harus bergantung pada maskara setiap hari.
Dua metode perawatan yang paling populer untuk mempercantik bulu mata saat ini adalah lash lift dan eyelash extension. Keduanya sama-sama bertujuan mempertegas mata, namun memiliki teknik aplikasi, hasil akhir, hingga perawatan yang sangat berbeda.
Secara sederhana, lash lift cocok bagi kamu yang menginginkan tampilan natural ala “bangun tidur sudah cantik”, sementara eyelash extension lebih pas untuk kamu yang menginginkan efek mata yang lebih bold dan dramatis. Namun, perbedaannya tidak berhenti di situ.
Baca Juga: Direkomendasikan Ahli Dermatologi, Ini Rahasia Pertumbuhan Bulu Mata dan Alis yang Optimal
Teknik Aplikasi dan Hasil Akhir
Lash lift merupakan metode perawatan yang sepenuhnya menggunakan bulu mata asli. Prosesnya dilakukan dengan mengoleskan cairan khusus untuk mengangkat dan melentikkan bulu mata dari akar, mirip teknik perm pada rambut, tetapi dengan formulasi yang aman untuk area mata. Tidak ada penambahan helai bulu mata dalam proses ini, sehingga hasilnya terasa ringan dan tidak mengubah “feel” alami di mata.
Hasil lash lift cenderung sangat natural. Bulu mata tampak lebih lentik, rapi, dan terbuka, seperti hasil penjepit bulu mata yang bertahan selama berminggu-minggu. Meski tidak menambah volume atau ketebalan karena tidak ada bulu mata tambahan, sudut lengkung yang dihasilkan sering kali menciptakan ilusi bulu mata yang terlihat lebih panjang dan mata yang lebih terbuka.
Baca Juga: 5 Gejala pada Mata yang Bisa Mengungkap Masalah Kesehatan Tersembunyi
Berbeda dengan lash lift, eyelash extension menggunakan helai bulu mata buatan, biasanya berbahan sintetis, sutra, atau faux mink yang ditempelkan satu per satu ke bulu mata asli menggunakan lem khusus. Teknik ini memungkinkan penyesuaian panjang, ketebalan, hingga bentuk sesuai keinginan.
Hasilnya pun jauh lebih dramatis. Panjang, volume, dan tekstur bulu mata dapat disesuaikan, mulai dari tampilan natural hingga glamor seperti cat eye atau doll eye. Tak heran jika eyelash extension kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil maksimal tanpa banyak riasan tambahan, terutama bagi pencinta daily makeup bernuansa bold. Meski begitu, tampilan yang mencolok ini tidak selalu cocok untuk semua aktivitas harian atau lingkungan kerja yang formal.
Ketahanan dan Aftercare
Perbedaan signifikan lainnya terletak pada daya tahan dan perawatan setelah treatment. Lash lift umumnya bertahan sekitar 6–8 minggu, mengikuti siklus alami pertumbuhan bulu mata. Perawatannya pun sangat minimal. Setelah 24 jam pertama, bulu mata sudah aman terkena air maupun produk wajah, termasuk yang berbasis minyak, tanpa perlu retouch khusus. Waktu pengerjaannya relatif singkat, sekitar 45–60 menit per sesi.
Sebaliknya, eyelash extension memiliki daya tahan sekitar 3–6 minggu, namun membutuhkan perawatan rutin berupa retouch setiap 2–3 minggu sekali karena bulu mata asli akan rontok secara alami. Proses pemasangannya juga lebih lama, sekitar 1,5–2,5 jam, serta disertai pantangan tambahan seperti menghindari pembersih wajah berbasis minyak agar daya rekat lem tetap optimal. Alhasil, meski tampilannya selalu terlihat “on point”, total waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam sebulan cenderung lebih besar.
Mana yang Cocok untuk Kamu?
Pilih Lash Lift jika kamu:
- Memiliki bulu mata asli yang sudah cukup panjang atau tebal
- Menginginkan tampilan natural dan rapi
- Menginginkan perawatan praktis tanpa banyak pantangan
- Memiliki mata sensitif terhadap lem kosmetik
Pilih Eyelash Extension jika kamu:
- Memiliki bulu mata asli yang pendek atau tipis
- Menginginkan tampilan mata yang lebih bold dan menonjol
- Siap dengan perawatan rutin dan biaya tambahan
- Tidak ingin repot memakai maskara setiap hari
Perbandingan Biaya
Secara umum, lash lift lebih ramah di kantong untuk jangka panjang, sementara eyelash extension memiliki biaya berulang yang perlu dipertimbangkan.
Lash Lift
- Kisaran harga: Rp150.000 – Rp500.000 per sesi
- Biasanya sudah termasuk tint atau keratin serum
- Maintenance: nyaris tanpa biaya tambahan
Baca Juga: Bye-bye Mata Panda, Ini 3 Tips Alami Agar Wajah Lebih Fresh
Eyelash Extension
- Natural: Rp150.000 – Rp350.000
- Volume/Premium: Rp400.000 – Rp1.000.000+
- Retouch: Rp100.000 – Rp300.000 setiap 2–3 minggu
- Biaya tambahan: pembersih khusus non-minyak
Harga dapat bervariasi tergantung salon, teknik, dan kualitas bahan yang digunakan.
Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Keduanya relatif aman jika dilakukan oleh terapis profesional, namun tetap memiliki risiko. Lash lift berpotensi menyebabkan iritasi jika cairan terlalu kuat atau prosesnya berlebihan. Sementara itu, eyelash extension berisiko memicu iritasi lem atau kerontokan bulu mata jika beban terlalu berat atau perawatan kurang tepat.
Karena itu, memilih salon tepercaya dan mengikuti panduan aftercare menjadi hal yang sangat penting.
Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang benar atau salah antara lash lift dan eyelash extension. Semuanya kembali pada kebutuhan, gaya hidup, dan preferensi pribadi.
Jika kamu mengutamakan kepraktisan dan tampilan alami, lash lift bisa menjadi pilihan ideal. Namun, jika ingin tampilan mata yang lebih bold setiap hari, eyelash extension dapat menjadi solusi cepat selama kamu siap dengan komitmen perawatannya.