Pemanfaatan energi surya di sektor industri terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menekan biaya operasional sekaligus memenuhi target keberlanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, MODENA Energy meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kawasan industri milik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), anak perusahaan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat.

PLTS Atap berkapasitas 307,5 kWp ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 400.000 kWh energi listrik setiap tahun.

Selain membantu memenuhi kebutuhan listrik operasional, instalasi tersebut juga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 360.000 kilogram CO₂ per tahun, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju energi bersih di sektor industri.

Head of MODENA Energy, Agiya Fersya, mengatakan kerja sama dengan PT Multi Nitrotama Kimia menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas pemanfaatan energi surya di Indonesia.

"Kolaborasi bersama PT Multi Nitrotama Kimia menjadi langkah strategis kami mendukung pemanfaatan energi surya di sektor industri dan percepatan transisi energi bersih di Indonesia. Semakin banyak pelaku industri mulai beralih ke PLTS karena tidak hanya memperkuat komitmen keberlanjutan, tetapi juga memberikan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang serta mendukung pasokan energi yang lebih stabil. Melalui solusi PLTS yang komprehensif, MODENA Energy siap mendukung kebutuhan tersebut," tutur Agiya, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Sistem PLTS Atap yang diterapkan di PT Multi Nitrotama Kimia menggunakan skema on-grid, yakni terhubung dengan jaringan listrik PLN.

Melalui sistem ini, kebutuhan listrik pada siang hari dipenuhi menggunakan energi surya, sementara pasokan listrik dari PLN tetap tersedia ketika diperlukan.

Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi tanpa mengurangi keandalan operasional perusahaan.

Baca Juga: Ambisi Prabowo Membangun PLTS 100 Gigawatt Bakal Dihujat Habisan-habisan

Bagi Ancora Group, proyek ini menjadi langkah awal dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di seluruh unit bisnisnya.

General Manager Manufacture PT Multi Nitrotama Kimia, Susilo Yuwono, menegaskan bahwa investasi pada PLTS tidak hanya mendukung target nasional menuju Net Zero Emission, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

"Pemasangan PLTS Atap di PT Multi Nitrotama Kimia merupakan langkah awal Ancora dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lini bisnis kami. Selain mendukung transisi energi nasional dan program pemerintah menuju target Net Zero Emission, proyek ini memberikan manfaat nyata melalui peningkatan efisiensi penggunaan energi dan pengurangan biaya listrik operasional. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi bagi implementasi solusi energi bersih di seluruh unit usaha Ancora. Dengan demikian, kami dapat terus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan industri yang berkelanjutan," kata Susilo.

Prospek pemanfaatan PLTS di sektor industri diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Selain mendukung target pemerintah untuk memperbesar kontribusi energi surya dalam bauran energi nasional, semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan PLTS sebagai strategi meningkatkan efisiensi energi, mengendalikan biaya operasional, serta memperkuat daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan listrik.

Tren tersebut juga tercermin dalam laporan Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025 yang mencatat sektor industri sebagai penyumbang penambahan kapasitas PLTS atap terbesar sepanjang 2024.

Hingga akhir Juli 2024, kapasitas PLTS atap baru di sektor industri telah mencapai sekitar 104 MWp, didorong oleh meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menjalankan program dekarbonisasi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, MODENA Energy menghadirkan layanan PLTS secara end-to-end, mulai dari studi kelayakan, perancangan sistem, pengurusan perizinan, pengadaan perangkat, instalasi, hingga layanan pemeliharaan dan pemantauan sistem.

Perusahaan juga menyediakan skema pembiayaan performance-based rental, sehingga pelanggan dapat melakukan pembayaran berdasarkan penggunaan energi setiap bulan.

Seluruh performa sistem dapat dipantau secara digital melalui aplikasi maupun dashboard berbasis web yang menampilkan data produksi energi, konsumsi listrik, hingga estimasi pengurangan emisi karbon secara real-time. Fitur notifikasi juga disematkan untuk membantu mendeteksi potensi gangguan lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Baca Juga: Presdir Paiton Energy Bicara Peran Penting Gas Bumi dalam Transisi Energi dan Ketahanan Energi