PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan literasi dan edukasi keuangan digital di masyarakat. Sebagai platform pinjaman daring yang berizin serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indosaku berpartisipasi dalam program Pindar Mengajar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta belum lama ini.
Dalam program tersebut, Indosaku mengusung filosofi “Transformasi Cerdas Menjadi Bijak” yang menekankan pentingnya pemahaman keuangan tidak hanya dari sisi kecerdasan finansial, tetapi juga kemampuan menggunakan layanan keuangan digital secara tepat dan bertanggung jawab. Direktur Utama Indosaku, Yulvina Napitupulu, mengatakan bahwa pemahaman pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan mendesak, khususnya bagi generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan layanan finansial digital.
Baca Juga: Tanam 1.000 Pohon di Bekasi, Cermati Fintech Group Ambil Peran Hadapi Perubahan Iklim
“Pinjaman seharusnya dipahami sebagai salah satu instrumen finansial yang perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat perlu memahami kebutuhan, kemampuan pembayaran, serta risiko sebelum menggunakan layanan keuangan digital,” ujar Yulvina dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Adapun Yogyakarta dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan literasi karena dikenal sebagai provinsi dengan karakteristik kota pendidikan dan konsentrasi mahasiswa dari berbagai daerah. Lingkungan akademik ini dinilai efektif untuk menjangkau kelompok usia muda yang cenderung aktif menggunakan layanan keuangan digital dan berada dalam fase pembentukan kebiasaan finansial serta pengambilan keputusan ekonomi.
Selain memberikan edukasi di kalangan akademis di Yogyakarta, Indosaku juga sebelumnya melakukan sejumlah literasi diberbagai kesempatan. Berbagai program edukasi yang dijalankan Indosaku tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan layanan pinjaman daring legal yang berizin dan diawasi regulator dengan pinjaman online ilegal. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan layanan keuangan digital yang lebih sehat.
"Melalui kolaborasi bersama OJK, AFPI, dan institusi pendidikan, Indosaku berharap upaya literasi keuangan ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan sesuai peruntukannya. Ke depan, Indosaku akan terus mendukung berbagai inisiatif literasi dan edukasi keuangan sebagai kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang inklusif, terpercaya, dan berkelanjutan," pungkas Yulvina.