Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyoroti rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) yang mau mengimpor 105 ribu mobil pikap dari India untuk menunjang Program Koperasi Merah Putih. 

Dia meminta rencana itu dibatalkan saja lantaran impor tersebut hanya melemahkan industri otomotif nasional. Said meminta PT Agrinas Pangan Nusantara memikirkan ulang rencana itu termasuk dampak keputusan tersebut terhadap ekonomi nasional.  

Baca Juga: Mengenal Sosok Joao Angelo De Sousa Aktivis Timor-Timur yang Jadi Dirut Agrinas Pangan Nusantara

“Aksi korporasi dari dana APBN ini perlu dipikirkan ulang," kata Said dilansir Rabu (25/2/2025) 

Sejatinya Koperasi Merah Putih dirancang untuk memajukan ekonomi domestik, namun tindakan mengimpor alat-alat penunjang dari luar negeri justru bertentangan, malah sebaliknya hal itu melemahkan ekonomi lokal. Said setuju jika wacana mendatangkan ratusan ribu kendaraan niaga itu dibatalkan saja. 

"Lebih bijak jika langkah ini bukan hanya dipikir ulang, tetapi dibatalkan," tegasnya. 

Said mengatakan, dalam beberapa tahun belakangan laju pertumbuhan industri manufaktur Indonesia selalu di bawah produk domestik bruto (PDB) padahal ini merupakan salah satu sektor dianggap paling menjanjikan. 

Tak hanya itu Said juga menyoroti tingginya angka pengangguran Indonesia, dimana disebutkan pengangguran di kalangan sarjana kini sudah lebih dari satu juta orang. 

Dia mengatakan, apabila impor mobil niaga itu tetap dipaksakan, maka dampaknya tak main-main, Said mengatakan, berdasarkan hitung-hitungan lembaga Center of Economic and Law Studies (Celios) impor itu berpotensi mengerus PDB hingga Rp39,29 triliun, penurunan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, hingga penurunan surplus industri otomotif hingga Rp21,67 triliun.

Ada pula potensi pengurangan pendapatan tenaga kerja di seluruh rantai pasok industri otomotif, yang diperkirakan bisa mencapai Rp17,39 triliun, dan menekan penerimaan pajak bersih hingga Rp240 miliar.

Baca Juga: Dirut Agrinas Bakal Temui Dasco Bicarakan Risiko Pembatalan Impor Mobil Pikap dari India

"Jika pengadaan dilakukan di dalam negeri, itu bisa membangkitkan industri otomotif, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan efek berganda bagi ekonomi," tandasnya.