Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,90 pada akhir sesi kedua, Kamis (22/10/2026). Dengan penguatan hari ini, IHSG tercatat menghijau selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa (20/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan data perdagangan Bursa, IHSG pertama kali menghijau dan memutus tren pelemahan pada Selasa (20/10/2026) dengan apresiasi 5,65% ke level 5.278,88. IHSG kembali menghijau sehari setelahnya yakni pada Rabu (21/10/2026) dengan penguatan 0,94% ke level 5.328,36.
Baca Juga: Sikap BI atas Ancaman MSCI Downgrade Pasar Modal RI: Fokus Tarik Modal Asing Kembali ke Indonesia!
Salah satu katalis penguatan IHSG ialah kebijakan regulator pasar modal yang menghapus 80 saham berjenis high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
Langkah tersebut dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai respons atas menurunnya kepercayaan investor terhadap pasar saham dalam negeri imbas dari rencana penyesuaian klasifikasi pasar modal Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kendati IHSG mulai menunjukkan tren penguatan, perdagangan Bursa masih diwarnai oleh derasnya net sell asing dalam tiga hari berturut-turut.
Data menunjukkan, net sell asing masing-masing mencapai Rp2,13 triliun pada 20 Oktober 2026, Rp527,80 miliar pada 21 Oktober 2026, dan Rp1,47 triliun pada 22 Oktober 2026.