Growthmates, ledakan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah industri teknologi, tetapi juga ikut mengerek kekayaan karyawan Nvidia.

Produsen cip asal Amerika Serikat tersebut menjadi salah satu pemain utama dalam revolusi AI karena unit pemrosesan grafis (GPU) buatannya banyak digunakan untuk melatih dan menjalankan berbagai model kecerdasan buatan.

Pertumbuhan bisnis Nvidia yang sangat pesat turut memberikan keuntungan bagi karyawan yang memiliki saham perusahaan.

Berdasarkan survei internal yang dilakukan terhadap lebih dari 3.000 karyawan pada Juni 2025, sekitar 76% hingga 78% responden dilaporkan telah berstatus jutawan.

Bahkan, sekitar separuh responden menyebut memiliki kekayaan bersih lebih dari US$25 juta. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.000 per dolar AS, angka tersebut setara dengan lebih dari Rp400 miliar.

Temuan itu dilaporkan oleh The Economic Times dan kemudian disorot The Kobeissi Letter melalui unggahan di X pada 4 Agustus 2025. Survei tersebut mencakup sekitar 10% dari total tenaga kerja Nvidia pada saat itu.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Status jutawan yang dimaksud mengacu pada total kekayaan bersih, bukan berarti para karyawan memiliki uang tunai sedikitnya US$1 juta.

Kekayaan bersih dapat mencakup saham Nvidia, aset investasi, properti, tabungan, dan aset lainnya setelah dikurangi kewajiban.

Saham Nvidia Jadi Pendorong Utama

Diktuip dari Times of India, Jumat (28/6/2026), salah satu faktor penting yang membantu meningkatkan kekayaan karyawan Nvidia adalah kepemilikan saham perusahaan.

Nvidia memiliki program yang memungkinkan karyawan membeli saham perusahaan dengan diskon 15%. Ketika harga saham Nvidia melonjak seiring meningkatnya permintaan terhadap cip untuk kebutuhan AI, nilai kepemilikan saham karyawan pun ikut terdongkrak.

Dengan demikian, kompensasi berbasis saham tidak hanya menjadi bagian dari pendapatan karyawan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber akumulasi kekayaan dalam jangka panjang.

Bagi karyawan yang telah mengumpulkan saham Nvidia sejak harga perusahaan masih jauh lebih rendah, kenaikan harga saham dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar terhadap nilai aset mereka.

Baca Juga: Pandangan Bos Nvidia tentang Kebugaran dan Kepemimpinan

Kebangkitan Nvidia di Tengah Ledakan AI

Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang berada di pusat perkembangan industri AI. GPU yang diproduksinya banyak digunakan perusahaan teknologi untuk menyediakan kapasitas komputasi yang dibutuhkan dalam melatih maupun menjalankan model AI.

Meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi AI dari perusahaan teknologi besar kemudian mendorong permintaan terhadap produk Nvidia. Kondisi tersebut turut mengerek kinerja dan valuasi perusahaan.

Menurut laporan The Economic Times, pada saat laporan tersebut diterbitkan, kapitalisasi pasar Nvidia telah mencapai US$4,39 triliun. Dengan nilai tersebut, Nvidia disebut telah menjadi perusahaan publik paling bernilai di dunia.

Harga sahamnya juga mengalami kenaikan tajam. Saham Nvidia dilaporkan meningkat lebih dari 79% dalam 12 bulan sebelumnya dan naik lebih dari 30% sejak awal tahun atau secara year-to-date pada periode tersebut.

Kenaikan valuasi itu tidak hanya menguntungkan investor publik. Karyawan yang memperoleh kompensasi dalam bentuk saham atau memiliki kesempatan membeli saham perusahaan juga ikut menikmati peningkatan nilai aset.

Jensen Huang dan Kekayaan Karyawan Nvidia

Pesatnya pertumbuhan Nvidia juga membuat kekayaan pendiri sekaligus CEO perusahaan, Jensen Huang, meningkat drastis.

Laporan The Economic Times mencatat kekayaan bersih Huang telah mencapai lebih dari US$157 miliar pada saat itu. Namun, Huang bukan satu-satunya orang di Nvidia yang memperoleh keuntungan besar dari pertumbuhan perusahaan.

Dalam sebuah siniar bersama pemodal ventura Chamath Palihapitiya dan Jason Calacanis, Huang sebelumnya pernah membahas bagaimana Nvidia memberikan kompensasi dan kepemilikan saham kepada karyawannya.

Menurut laporan The Economic Times, Huang bahkan menyatakan bahwa dirinya telah mencetak lebih banyak miliarder dari jajaran manajemen dibandingkan CEO lainnya.

Huang juga menekankan pentingnya memberikan penghargaan yang sepadan kepada karyawan berbakat. Menurut pendekatan tersebut, keberhasilan perusahaan seharusnya turut memberikan manfaat kepada orang-orang yang berkontribusi terhadap pertumbuhannya.

Baca Juga: 7 Pelajaran Kepemimpinan Ala Jensen Huang, Otak di Balik Kesuksesan Nvidia