Halofit juga mulai menghadirkan bentuk pendampingan langsung di sejumlah daerah. Dalam skema tersebut, pengguna dapat memperoleh pendampingan tenaga kesehatan, seperti perawat, yang membantu memberikan edukasi maupun mendampingi tindakan tertentu sesuai program yang dijalani.
Pendampingan tersebut termasuk edukasi mengenai penggunaan metode tertentu, termasuk apabila pengguna mendapatkan rekomendasi terapi yang membutuhkan tindakan injeksi.
Dengan demikian, pengguna tidak hanya mendapatkan konsultasi secara digital, tetapi juga dapat memperoleh pendampingan ketika membutuhkan bantuan dalam menjalankan bagian tertentu dari program.
Sebagai klinik digital, Halofit tpun urut memantau perkembangan pengguna setelah mengikuti program. Salah satu capaian yang dicatat adalah adanya pengguna yang berhasil menurunkan berat badan hingga 19,5 kg atau sekitar 20 persen dari berat badan awal.
Namun, Ignasius menekankan bahwa hasil setiap pengguna tidak dapat disamaratakan. Kondisi awal, berat badan, metabolisme, serta faktor individual lainnya dapat memengaruhi hasil program.
“Yang kita lihat juga, progres satu orang tidak bisa disamakan dengan rata-rata yang lain. It's very personal, tergantung konteksnya juga, berat badan awalnya seperti apa dan lain-lain,” jelasnya.
Karena itu, capaian penurunan berat badan tersebut menjadi salah satu gambaran hasil yang dapat dicapai pengguna, bukan target yang berlaku sama bagi setiap orang.
Selain berat badan, perkembangan pengguna juga dapat dilihat dari ukuran tubuh lainnya. Dalam salah satu contoh yang dibagikan Halofit, terdapat pengguna yang mengalami penurunan lingkar pinggang hingga 11 sentimeter selama mengikuti program.
Dan, untuk memperluas edukasi mengenai pengelolaan berat badan, Halofit juga menghadirkan program Halofit Transform. Program ini dirancang untuk mendampingi peserta menjalani perjalanan pengelolaan berat badan selama tiga bulan.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 1.500 orang. Dari jumlah tersebut, Halofit kemudian memilih sekitar 10 peserta untuk mengikuti program pendampingan.
Program tersebut menjadi salah satu cara Halofit memperkenalkan pendekatan pengelolaan berat badan yang dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan medis.
Bagi Halodoc sendiri, pertumbuhan penggunaan Halofit sekaligus menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan untuk pengelolaan obesitas dan berat badan.
Dengan lebih dari 68 ribu sesi konsultasi selama satu tahun dan pertumbuhan hingga 37,5 kali lipat sejak awal peluncuran, Halofit menargetkan perluasan akses layanan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memperoleh pendampingan dalam membangun pola hidup yang lebih sehat.