“Pendampingan dari tim medis Halofit membuat proses pengelolaan berat badan saya terasa lebih terarah dan membantu saya melihat perubahan sebagai bagian dari perjalanan kesehatan, bukan sekadar mengejar target penurunan berat badan. Selain itu, solusinya sangat efektif karena tidak hanya didampingi, tetapi saya juga mendapatkan meal plan yang dipersonalisasi sesuai dengan berat badan dan kondisi tubuh saya,” ungkap Adit.

Perubahan tersebut, lanjut Adit, tidak hanya dirasakan dari sisi fisik. Ia merasa aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah, lebih percaya diri, serta lebih bijak dalam menentukan makanan yang dikonsumsi setelah mendapatkan edukasi dari tim medis Halofit.

Dalam pengelolaan berat badan, pendekatan yang dilakukan juga perlu mempertimbangkan kondisi setiap individu. dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, mitra dokter spesialis Halodoc, mengatakan seseorang perlu memahami kondisi tubuh secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada angka berat badan.

“Dalam menjalani program weight management, penting untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh dengan memperhatikan berat badan, BMI, lingkar pinggang, serta komposisi tubuh di mana persentase massa lemak tubuh sebaiknya tidak melebihi 25% pada laki-laki dan 30% pada perempuan. Selain itu, penting untuk menetapkan target yang realistis, membangun pola makan seimbang, serta menjaga aktivitas fisik dan tidur yang cukup. Perlu diingat bahwa kenaikan kembali berat badan dapat terjadi dan bukan berarti seseorang gagal. Bila diperlukan, jangan ragu mencari pendampingan tenaga medis khususnya dokter spesialis gizi untuk mendapatkan pendekatan yang sesuai,” terang dr. Karina.

Sejalan dengan kebutuhan pengguna, Halofit juga menyiapkan sejumlah fitur untuk membantu proses pemantauan dan pendampingan pengelolaan berat badan. Salah satunya Care Room yang dirancang untuk membantu pasien memantau progres penurunan berat badan kapan pun.

Halofit juga menghadirkan Support 24/7 yang didukung tim medis Halofit dan HILDA. Fitur ini memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai program, nutrisi makanan, serta akses konsultasi dengan dokter Halofit sesuai jam operasional.

Selain itu, tersedia widget jadwal injeksi mingguan yang dapat digunakan untuk mencatat dan mengingatkan jadwal terapi hormon penekan nafsu makan dari Halofit.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, Halofit menempatkan pengelolaan berat badan sebagai proses yang membutuhkan edukasi, pemantauan, dan perubahan kebiasaan secara bertahap. Perjalanan satu tahun layanan ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendampingan kesehatan yang lebih praktis dalam menjalani proses pengelolaan berat badan.

Baca Juga: Tubuh Langsing Bukan Jaminan Bebas Kolesterol Tinggi, PERKI Ingatkan Risiko Obesitas Tersembunyi pada Orang Asia