Growthmates, pengelolaan berat badan kini tidak lagi sekadar soal mengejar angka di timbangan. Bagi sebagian orang, proses tersebut membutuhkan pemahaman mengenai kondisi tubuh, pola makan, aktivitas fisik, hingga pendampingan tenaga medis agar perubahan yang dilakukan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Kebutuhan terhadap pendekatan tersebut turut tercermin dari pertumbuhan layanan Halofit by Halodoc selama satu tahun terakhir.

Memasuki satu tahun kehadirannya, Halofit mencatat pertumbuhan jumlah konsultasi pengelolaan berat badan hingga 37 kali lipat, dengan total lebih dari 68 ribu sesi konsultasi yang telah dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah konsultasi tertinggi tercatat di Surabaya dan Bandung.

Halofit merupakan program klinik digital weight management dalam ekosistem Halodoc yang memberikan pendampingan pengelolaan berat badan dengan pengawasan tim medis. Pertumbuhan konsultasi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan pengelolaan berat badan yang lebih mudah dijangkau dan dapat dilakukan tanpa terbatas tempat.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan di tengah persoalan obesitas di Indonesia. Obesitas secara konsisten masuk dalam lima besar masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Indonesia.

Sementara itu, data Cek Kesehatan Gratis mencatat lebih dari 11 juta penderita obesitas hingga 2026. Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi sekaligus akses terhadap layanan yang dapat membantu masyarakat memahami dan mengelola berat badan secara lebih tepat.

VP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim, mengatakan, selama satu tahun mendampingi pengguna, terdapat pengguna Halofit yang berhasil menurunkan berat badan hingga 19,5 kilogram atau sekitar 20 persen dari berat badan awal dalam tiga bulan setelah menggunakan layanan tersebut.

“Selama satu tahun hadir mendampingi pengguna, kami melihat beberapa di antaranya berhasil menurunkan berat badan hingga yang tertinggi 19,5 kg dan tercatat hingga 20% dari berat badan awal dalam tiga bulan setelah menggunakan Halofit. Namun, bagi kami, keberhasilan program tidak hanya diukur dari angka yang terlihat di timbangan,” tutur Ignasius, saat media gathering dan talkshow bersama berjudul Halofit 1st Anniversary: Simplifying Obesity Care & Shaping a Healthier Indonesia, yang digelar di Habitate Glasshouse, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

“Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mulai memahami kebutuhan dan kondisi tubuhnya, mendapatkan edukasi yang tepat, dan secara bertahap membangun kebiasaan yang lebih sehat. Kami ingin terus mengedukasi bahwa pengelolaan berat badan bukan soal transformasi secara instan, tetapi tentang membangun perubahan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” lanjut Ignasius.

Gambaran mengenai proses tersebut juga datang dari Adit Insomnia, public figure yang menjalani perjalanan pengelolaan berat badan secara mandiri maupun bersama Halofit.

Dalam tujuh tahun terakhir, berat badan Adit sempat meningkat hingga 18 kilogram. Setelah menjalani proses pengelolaan berat badan bersama Halofit, ia mengaku berhasil menurunkan berat badan sekitar 10–12 kilogram.

Menurut Adit, pendampingan tim medis membuat proses yang dijalaninya menjadi lebih terarah. Ia juga mendapatkan meal plan yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya sehingga perubahan pola makan tidak hanya berfokus pada pengurangan berat badan.

Baca Juga: Cove Gandeng Halodoc untuk Perkuat Akses Kesehatan bagi Penghuni