Perekonomian Jawa Barat tumbuh 5,73% pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%. Di tengah dinamika tersebut, pengelolaan kekayaan membutuhkan kemampuan untuk tidak hanya melihat pertumbuhan, tetapi juga membaca perubahan, mengelola risiko, dan menjaga keputusan finansial tetap selaras dengan tujuan jangka panjang.
Konteks tersebut menjadi sebuah manifesto bagi Wealth Wisdom yang kembali hadir di Bandung. Memasuki penyelenggaraan ke-12, signature event tahunan Permata Bank ini mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”, mengajak nasabah melihat kekayaan dari perspektif yang lebih menyeluruh—mulai dari keberlanjutan bisnis, kesehatan, hingga strategi investasi.
Baca Juga: Sinergi Bangkok Bank dan Permata Bank Buka Peluang Investasi dan Perdagangan Tailan-Indonesia
Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, mengatakan, “Pengelolaan kekayaan perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Bukan hanya tentang bagaimana aset dapat terus berkembang, melainkan juga bagaimana kita menjaga keseimbangan, mempersiapkan diri menghadapi berbagai dinamika, dan memastikan apa yang kita miliki dapat mendukung hal-hal yang benar-benar berarti dalam kehidupan. Ketiga aspek itulah yang coba kami rangkum melalui Wealth Wisdom tahun ini.”
Memaknai Kekayaan dari Berbagai Perspektif
Wealth Wisdom memiliki enam pilar, yaitu Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Pilar-pilar tersebut menjadi fondasi untuk melihat kekayaan secara lebih menyeluruh, mencakup tujuan hidup, kesehatan, relasi, kontribusi, hingga berbagai momen yang memberikan makna, di samping pertumbuhan aset.
Di Bandung, hal itu diterjemahkan melalui tiga kelas yang membahas keberlanjutan usaha dan warisan nilai, kesehatan sebagai fondasi kehidupan, serta dinamika pasar dan strategi investasi. Melalui kelas “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts”, Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan CEO Sintesa Group, berbagi pandangan mengenai bagaimana sebuah bisnis dapat terus berkembang sekaligus mempertahankan nilai yang menjadi fondasinya. Pembahasan ini juga melihat legacy secara lebih luas, tidak hanya dalam bentuk aset, tetapi juga nilai, prinsip, dan kontribusi yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, kelas “Healthy Body, Resilient Mind” bersama dr. Gia Pratama, Dokter dan Penulis, mengajak nasabah melihat kesehatan fisik dan ketahanan mental sebagai bagian dari kemampuan menjalani kehidupan secara seimbang. Di tengah berbagai tuntutan kehidupan, menjaga kesehatan menjadi bagian penting agar seseorang tetap dapat berkarya, mengambil keputusan, dan menikmati hasil dari apa yang telah dibangun.
Dari perspektif finansial, kelas “Reading the Market, Building the Future” menghadirkan Lo Kheng Hong, Investor Saham, dan Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Keduanya membahas bagaimana perkembangan pasar dan kondisi ekonomi dapat menjadi pertimbangan dalam melihat peluang sekaligus risiko, serta menentukan strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.
Ketiga topik tersebut menunjukkan bahwa ketangguhan dalam mengelola kekayaan tidak berdiri sendiri. Keberlanjutan usaha, kesehatan, dan kemampuan mengambil keputusan finansial secara bijak menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menghadapi perubahan dan membangun masa depan.
Pengalaman mengikuti acara Wealth Wisdom 2026 di Bandung juga dilengkapi dengan Wealth Bazaar yang memberikan ruang bagi nasabah untuk mengenal lebih dekat berbagai layanan dan inisiatif Permata Bank sebagai bagian dari pengalaman Wealth Wisdom yang lebih menyeluruh.
“Bagi kami, Growing Together berarti tumbuh bersama nasabah dalam berbagai tahap kehidupan. Ketika kebutuhan mereka berubah, cara kami mendampingi juga perlu terus berkembang. Melalui Wealth Wisdom, kami ingin menciptakan ruang bagi nasabah untuk mendapatkan perspektif baru, berbagi pengalaman, sekaligus mempersiapkan apa yang penting bagi mereka di masa depan,” tutup Eddie.
Bandung menjadi kota kelima dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026, setelah Semarang, Makassar, Bali, dan Medan. Rangkaian signature event tahunan ini berlangsung di tujuh kota pada periode 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026, dan selanjutnya akan hadir di Surabaya sebelum ditutup di Jakarta.