PT Bank Permata Tbk membukukan total pendapatan sebesar Rp9,2 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Pada periode yang sama, laba bersih Permata Bank tercatat sebesar Rp2,6 triliun.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik global dan persaingan yang ketat di industri keuangan domestik, Permata Bank masih menunjukkan resiliensi bisnis yang sehat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit sebesar 10,1% yoy menjadi Rp172,9 triliun per September 2026.

Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit konvensional sebesar 13,9% yoy menjadi Rp153,4 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik. Fundamental bank juga diklaim terjaga kuat dengan total aset yang tumbuh 2,9% yoy menjadi Rp277,2 triliun per September 2026.

Baca Juga: Permata Bank Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Pembiayaan Berbasis ESG

"Di tengah dinamika pasar dan ketidakpastian global, kami terus menjaga fundamental Bank yang kuat melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat," ungkap Meliza dalam keterangan resminya, dikutip pada Jumat (30/10/2026).

Ia menambahkan, kinerja sepanjang sembilan bulan pertama 2026 ini sejalan dengan penerapan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dukungan sinergi dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali juga dinilai memperkuat kapasitas dan ketahanan Bank untuk terus memberikan komitmen untuk tumbuh bersama nasabah.

"Hal ini menjadi landasan bagi Permata Bank untuk menjaga ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan," lanjutnya lagi.