Bagi pengemudi layanan transportasi daring, kenyamanan dan produktivitas menjadi dua aspek penting yang saling berkaitan. Menghabiskan delapan hingga sepuluh jam di balik kemudi setiap hari bukanlah pekerjaan ringan. Kebisingan mesin, getaran kendaraan, hingga kemacetan yang dihadapi sepanjang perjalanan dapat memengaruhi konsentrasi, kenyamanan, dan kondisi mental pengemudi.

Studi percontohan yang dilakukan peneliti University of York, Inggris, pada 2018 terhadap empat pengemudi taksi di London memberikan gambaran mengenai peran kendaraan dalam mendukung pengalaman kerja yang lebih baik.

Dalam pengujian yang membandingkan kendaraan listrik dengan kendaraan berbahan bakar konvensional, para pengemudi menunjukkan aktivitas gelombang otak beta yang lebih tinggi saat menggunakan kendaraan listrik, yang berkaitan dengan kewaspadaan dan konsentrasi. Pengujian tersebut juga mencatat detak jantung yang lebih stabil dan tingkat kebisingan kabin sekitar 5 desibel lebih rendah.

Dalam survei setelah pengujian, para pengemudi turut melaporkan suasana hati dan kenyamanan yang lebih baik, disertai berkurangnya stres serta gangguan selama berkendara. Meski dilakukan dalam skala kecil, temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kendaraan dapat berkontribusi terhadap pengalaman kerja pengemudi.

Namun, membangun pengalaman kerja yang lebih baik tidak cukup hanya mengandalkan kenyamanan kendaraan. Penelitian Fielbaum dan Tirachini di Chile menunjukkan adanya hubungan antara kepuasan kerja pengemudi transportasi daring dan pendapatan mingguan mereka. Sementara itu, kurangnya transparansi dalam mekanisme perhitungan pendapatan oleh platform juga diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang memicu ketidakpuasan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Green SM mengembangkan pendekatan yang menggabungkan penggunaan kendaraan listrik VinFast, dukungan operasional, skema pendapatan berbasis kinerja, serta standar layanan profesional.

Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang lebih terstruktur, sekaligus membuka peluang bagi pengemudi untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan pendapatan, dan membangun karier dalam jangka panjang.

Salah satu tantangan yang kerap dihadapi calon pengemudi adalah kebutuhan modal awal untuk memiliki kendaraan. Untuk memperluas akses terhadap profesi ini, Green SM menghadirkan program “Rent a VinFast. Become a Green SM Driver. Be Your Own Boss”, yang memungkinkan calon pengemudi menggunakan kendaraan tanpa harus melakukan investasi awal dalam jumlah besar.

Bagi pengemudi mobil, biaya awal program dimulai dari Rp2 juta, dengan tarif sewa harian mulai dari Rp254.000. Pilihan kendaraan listrik yang tersedia meliputi Limo Green, VF e34/Nerio Green, VF 5/Herio Green, dan VF 6, yang dapat disesuaikan dengan anggaran, wilayah operasional, serta segmen pelanggan yang ingin dilayani.

Selama dua bulan pertama, pengemudi berkesempatan memperoleh pendapatan harian yang dijamin hingga Rp400.000, sesuai dengan ketentuan program. Dukungan ini diharapkan membantu pengemudi beradaptasi dengan platform dan membangun produktivitas secara bertahap. Khusus peserta program brand ambassador, tersedia tarif sewa khusus VinFast VF e34 Cyan mulai dari Rp234.000 per hari.

Bagi mereka yang ingin mengevaluasi penggunaan kendaraan untuk kebutuhan kerja jangka panjang, Green SM juga menyediakan program uji coba VF e34 Cyan selama dua bulan dengan tarif khusus Rp7.540.000 per bulan. Kesempatan ini memungkinkan pengemudi menilai performa kendaraan, biaya operasional, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan sebelum mengambil komitmen lebih panjang.

Sementara itu, bagi pengemudi sepeda motor, Green SM menyediakan skema rent-to-own dengan pendapatan harian yang dijamin hingga Rp160.000 serta kesempatan memiliki kendaraan setelah dua tahun, sesuai ketentuan program. Alternatif lainnya adalah skema sewa fleksibel berdurasi tiga, enam, atau 12 bulan dengan uang jaminan Rp150.000.

Pada dua bulan pertama, pengemudi dalam skema sewa fleksibel juga memperoleh pendapatan harian yang dijamin sebesar Rp160.000, disertai peluang mendapatkan bonus berdasarkan kinerja sesuai kebijakan yang berlaku. Kedua pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan pola penggunaan kendaraan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan masing-masing.

Di sisi lain, produktivitas tidak hanya diukur dari jumlah perjalanan yang diselesaikan dalam sehari, tetapi juga dari besarnya pendapatan bersih setelah biaya operasional diperhitungkan. Dalam konteks ini, kendaraan listrik menawarkan potensi efisiensi, khususnya dari sisi biaya energi.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Technology pada 2023 dan berfokus pada pengemudi transportasi daring di Indonesia melaporkan potensi penghematan hingga 68% ketika pengemudi beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke sepeda motor listrik, dengan volume perjalanan dan kapasitas layanan penumpang yang relatif sebanding.

Sejalan dengan upaya tersebut, pengemudi mobil Green SM memperoleh fasilitas pengisian daya gratis di stasiun dalam jaringan V-Green, dengan perhitungan berdasarkan jarak perjalanan aktual. Adapun pengemudi sepeda motor berhak memperoleh hingga lima kali penukaran baterai gratis per hari melalui jaringan penukaran baterai V-Green.

Dukungan efisiensi operasional ini dilengkapi dengan skema bagi hasil hingga 92% bagi pengemudi mobil, sesuai ketentuan program. Pengemudi yang memenuhi kriteria kinerja juga berpeluang mendapatkan bonus tambahan hingga 8% berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Green Bike: Layanan Motor Listrik Milik Green SM Hadir di Jakarta