Dari sisi bisnis, Sander menyebut Makmur saat ini berada dalam kondisi finansial yang solid dan belum memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana dalam waktu dekat.

“Kami tidak ada rencana raise funding tahun ini. Runway kami masih panjang, lebih dari lima tahun, jadi kondisinya sangat aman,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini, Makmur memiliki sekitar 1,3 juta pengguna, dengan hampir 700 ribu di antaranya telah melalui proses KYC. Dengan hadirnya fitur saham, Makmur menargetkan jumlah pengguna mendekati 2 juta pada tahun ini, serta nilai transaksi saham mencapai ratusan miliar rupiah dalam enam bulan ke depan.

Ke depan, Makmur akan fokus menyempurnakan fitur saham, termasuk rencana menghadirkan fitur margin dan E-IPO, tanpa mengesampingkan bisnis reksa dana yang selama ini telah stabil dan terus bertumbuh.

Dorong Literasi Investasi yang Sehat

Sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan, Makmur juga menaruh perhatian besar pada aspek edukasi, khususnya bagi investor muda. Sander mengatakan, perusahaan berencana menggandeng key opinion leader (KOL) di bidang saham yang memiliki sertifikasi resmi.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang cara investasi saham yang benar, bukan yang sensasional. Ke depannya, KOL yang bekerja sama dengan Makmur harus memiliki sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI), sehingga benar-benar memahami dasar-dasar investasi,” tegas Sander.

Menurut Sander, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas literasi keuangan sekaligus melindungi investor ritel dari informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Makmur merupakan bagian dari komitmen OCBC Sekuritas dalam mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem pasar modal nasional.

“Kolaborasi dengan Makmur adalah wujud komitmen OCBC Sekuritas dalam memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal melalui penyediaan infrastruktur transaksi saham yang andal dan komprehensif. Sejalan dengan semangat OCBC Open Sinergi, kami terbuka terhadap kolaborasi berbasis teknologi lintas industri untuk menghadirkan pengalaman investasi yang lebih mudah, teredukasi, dan terintegrasi,” terang Betty.

 Baca Juga: Puncaki Top Broker, Stockbit Jadi Aplikasi Saham Paling Populer untuk Investor