Sementara itu, Rahel Budiono, pemeran Arlin, mengungkapkan bahwa penyesuaian dari teater ke film menuntutnya lebih memperhatikan gerak tubuh ketika berada di depan kamera.
Ia menyadari bahwa ekspresi yang terasa wajar di panggung belum tentu memberikan hasil yang sama dalam pengambilan gambar.
“Kontrol tubuh aku masih lebar di kamera. Jadi, kontrol tubuh itu masih perlu dilatih dan perlu banget diperhatikan, takutnya nanti akan lebih lebar lagi,” kata Rahel.
Selanjutnya, Natalie Sarah, yang memerankan Bu Shanti, menghadirkan sosok ibu yang berperan sebagai penyeimbang suasana keluarga. Karakternya digambarkan ceria dan berusaha meredakan ketegangan ketika anggota keluarga lain menghadapi persoalan.
“Bu Shanti ini orangnya baik sama anaknya. Kalau dibilang ceria, ya ceria. Bapaknya kan agak-agak galak, Bu Shanti ini selalu menjadi pencair suasana. Ibaratnya itu moderatornya, penenang keluarga,” kata Natalie.
Berangkat dari pengalamannya sebagai orang tua, Natalie menilai, komunikasi yang sesuai dengan perkembangan zaman menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan anak.
Ia pun berpandangan bahwa orang tua perlu menciptakan suasana yang membuat anak nyaman untuk berbagi cerita.
“Sebagai orang tua, kita ngajarin anaknya itu sesuai dengan zamannya, zaman mereka. Gimana caranya diajak komunikasi supaya masuk dan supaya ringan sama dia. Jadi, kayaknya lebih ke poinnya menjadi sahabat aja sih ke anak,” jelasnya.
Adapun, Sita Permata Sari, yang memerankan Hanun, mengaku terbantu oleh kebiasaannya mengenakan hijab dalam mempersiapkan penampilan karakter. Pengalaman tersebut membuatnya lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan peran.
“Karena Hanun ini kan pakai hijab. Jadi, sebelum-sebelumnya juga udah pakai hijab. Alhamdulillah sudah terbiasa. Untuk mendalami peran ini juga lebih termudah,” beber Sita.
Di luar aspek cerita dan akting, Kembar Tak Sama menjadi proyek kolaborasi antara MBK Productions dan IKJ melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO).
Kolaborasi ini melibatkan berbagai program studi, termasuk Film dan Televisi, Teater, Musik, serta Desain Komunikasi Visual, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa, alumni, dan tenaga pendidik untuk terlibat langsung dalam produksi film profesional.
Produser, Rendy Gunawan, mengatakan bahwa keterlibatan talenta muda merupakan bagian penting dari pendekatan produksi. Ia menilai, keberanian mencoba dan mengeksplorasi gagasan baru dapat memberikan perspektif berbeda dalam proses pembuatan film.
“Kami suka bekerja sama dengan para sutradara muda karena mereka mau mencoba. Biasanya, orang yang mau mencoba dan baru melakukan sesuatu punya rasa ownership yang berbeda dibandingkan kalau kita secara industri aja,” kata Rendy.

Menurutnya, perpaduan talenta muda dengan pekerja seni berpengalaman dapat menciptakan ruang belajar sekaligus menjaga proses produksi tetap berjalan secara profesional.
Senada dengan itu, produser Suzen H.R. Tobing menekankan potensi mahasiswa dan lulusan IKJ untuk berkontribusi dalam industri kreatif. Ia melihat kreativitas, keberanian bereksplorasi, dan perspektif artistik sebagai modal penting bagi talenta muda untuk menghasilkan karya yang kompetitif.
“Kekuatan utama talenta IKJ itu adalah kreativitas, keberanian bereksplorasi, dan kemampuan menghadirkan perspektif artistik yang berbeda,” beber Suzen.
Ia berharap, keterlibatan para talenta IKJ dalam film ini dapat memperkuat hubungan antara pendidikan seni dan kebutuhan industri perfilman, sekaligus membuka peluang bagi karya yang memiliki nilai artistik dan komersial.
“Melalui film Kembar Tak Sama, kami ingin membuktikan bahwa talenta IKJ tidak hanya unggul secara artistik dan akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang kompetitif secara industri dan memiliki nilai komersial,” terangnya.
Produksi film ini dikawal oleh Rendy Gunawan dan Suzen H.R. Tobing sebagai produser, bersama Budi Yulianto dan Mohammad Syamsul Maarif sebagai produser eksekutif. Adapun, pengembangan cerita dan skenario melibatkan Budi Yulianto, Joko Nugroho, Damar, Dimas, dan Arthur.
Rangkaian pengambilan gambar utama Kembar Tak Sama dijadwalkan dimulai pada 27 Oktober 2026. Dan, film ini diproyeksikan tayang di bioskop Indonesia pada 2027.
Baca Juga: Andovi da Lopez dan Jejak Kariernya dari YouTuber hingga Main Film