Endy menjelaskan, setiap orang memiliki cara berbeda dalam merespons situasi emosional. Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek yang ia pelajari untuk menghidupkan Bimo dan Raka secara meyakinkan.

Ia pun mendalami mikroekspresi, yakni perubahan ekspresi wajah yang halus untuk menggambarkan respons emosional seseorang. Detail kecil seperti cara menjawab pertanyaan, menunjukkan kekecewaan, atau bereaksi terhadap tindakan orang lain menjadi bagian penting dalam membedakan kedua karakter.

“Menurut aku, yang lebih penting adalah cara mereka memproses perasaan. Perasaan sedih, senang, kecewa, marah, itu kan setiap orang pasti berbeda. Output-nya juga pasti berbeda. Aku lebih mempelajari itu, termasuk dari micro expression,” jelasnya.

Tantangan tersebut semakin terasa ketika Endy menjalani tes kamera atau camera test. Dalam kesempatan itu, ia untuk pertama kalinya mencoba memerankan Bimo dan Raka secara bergantian dalam adegan yang sama.

Prosesnya tidak sesederhana mengganti penampilan atau mengubah pembawaan karakter. Setelah menyelesaikan adegan sebagai Bimo, Endy harus mengulangi adegan yang sama sebagai Raka dengan detail aksi, reaksi, dan ekspresi yang tetap konsisten.

“Pas test cam, aku langsung mencoba dua karakter itu sekaligus. Itu baru pertama kalinya. Setelah take menjadi Bimo, biasanya kita lanjut ke adegan berikutnya. Tapi karena aku juga harus menjadi Raka, adegan yang sama harus diulang persis seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Menurut Endy, ia harus mengingat setiap detail adegan yang telah dilakukan sebagai Bimo agar bisa meresponsnya secara tepat ketika berganti menjadi Raka. Reaksi karakter kedua harus sesuai dengan aksi yang sebelumnya dimainkan karakter pertama, sehingga kesinambungan adegan tetap terjaga.

“Bukan hanya harus mengubah karakter, tetapi aku juga harus menghafal aksi dan reaksinya. Apa yang Bimo keluarkan sebagai aksi harus ditangkap oleh Raka, lalu dibalikin lagi reaksinya. Luar biasa, sampai aku tidur berkali-kali,” katanya sambil menceritakan proses tersebut.

Meski menguras energi, Endy mengaku menikmati pengalaman memainkan dua karakter sekaligus. Tantangan tersebut memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan akting secara lebih mendalam, terutama dalam membangun dua identitas yang berbeda dalam satu cerita.

Ia berharap, proses produksi film Kembar Tak Sama dapat berjalan lancar dan menghasilkan film yang mampu dinikmati penonton. Endy juga meminta dukungan agar seluruh rangkaian syuting berjalan baik dan hasil akhirnya sesuai harapan.

“Sejauh ini prosesnya sangat seru. Jadi, mohon doanya semoga syutingnya lancar dan hasilnya maksimal,” pungkas Endy.

Baca Juga: Main Lagi di Film Besutan Joko Anwar, Ini Dia Sosok dan Jejak Karier Aktor Endy Arfian